Partai Gelora: Sudahi Pro-Kontra, Saatnya Indonesia Percepat Pengembangan Energi Nuklir

AKURAT.CO Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mendorong pemerintah mempercepat pengembangan energi nuklir sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Sekretaris Jenderal Partai Gelora, Mahfuz Sidik, menilai energi nuklir dapat menjadi alternatif sumber energi yang lebih murah dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil yang sebagian kebutuhan pasokannya masih bergantung pada impor.
“Pengembangan energi nuklir sebagai salah satu opsi energi nasional sangat diperlukan,” kata Mahfuz dalam kajian bertajuk Arsitektur Keamanan Baru di Kawasan Asia Barat: Pasca Perang AS-Israel versus Iran, dikutip Minggu (14/6/2026).
Menurut Mahfuz, energi nuklir untuk tujuan damai memiliki potensi besar karena mampu menghasilkan listrik dalam jumlah besar dengan biaya yang relatif kompetitif setelah beroperasi.
Ia menilai Indonesia memiliki modal dasar yang cukup untuk mengembangkan teknologi nuklir, mulai dari ketersediaan sumber daya uranium hingga pengalaman penelitian yang pernah dilakukan melalui Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
“Indonesia memiliki sumber daya alam dan pengalaman penelitian di bidang nuklir. Rencana pengembangannya juga sebenarnya sudah pernah disiapkan sejak lama,” ujarnya.
Meski demikian, pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) hingga kini masih menuai pro dan kontra, terutama terkait aspek investasi, keamanan, serta penerimaan publik.
Baca Juga: Realisasi Distribusi Pupuk Subsidi di Aceh Tembus 44 Persen dari Pagu Alokasi 22.472 Ton
Mahfuz menilai perdebatan tersebut tidak boleh terus menjadi alasan untuk menunda pengembangan teknologi strategis yang dibutuhkan Indonesia di masa depan.
“Kalau terus terjebak dalam perdebatan tanpa keputusan, pengembangan energi nuklir tidak akan pernah berjalan,” katanya.
Ia menyoroti kondisi geopolitik global yang dinilai semakin rentan memengaruhi pasokan energi dunia, terutama akibat konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah dan jalur distribusi energi internasional.
Menurutnya, gangguan terhadap rantai pasok energi berpotensi terus terjadi meskipun konflik berskala besar mereda.
“Gangguan di kawasan Teluk dan Selat Hormuz akan tetap memengaruhi pasokan energi global sehingga Indonesia perlu menyiapkan sumber energi yang lebih mandiri,” ujarnya.
Karena itu, Mahfuz menilai pengembangan energi nuklir perlu menjadi bagian dari strategi jangka panjang Indonesia untuk mencapai kemandirian energi.
Ia menegaskan pengembangan nuklir yang dimaksud adalah untuk kepentingan damai dan tetap berada dalam pengawasan lembaga internasional seperti Badan Energi Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA).
“Yang harus dijaga adalah agar pengembangan teknologi nuklir tetap untuk tujuan damai. Karena itu ada mekanisme pengawasan internasional melalui IAEA dan berbagai perjanjian yang telah diikuti Indonesia,” kata Mahfuz.
Mantan Ketua Komisi I DPR RI itu juga menilai Indonesia memiliki kapasitas untuk mengembangkan teknologi nuklir secara bertanggung jawab dan menjadikannya sebagai salah satu instrumen penting dalam memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.
Baca Juga: Ukir Sejarah Baru! Institut Perbanas dan Ubaya Segel Takhta Juara Campus League 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








