Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek Harus Cermat Formulasikan Pagu Anggaran demi Kesejahteraan Guru

AKURAT.CO Pemerintah masih fokus pada pembangunan sarana dan prasarana, khususnya pagu indikatif sektor pendidikan, dalam rencana APBN 2027.
Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mendorong agar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga fokus pada kesejahteraan guru.
"Kami sudah mengundang mendikdasmen, mendikti juga untuk membahas pagu indikatif. Kami melihat di pagu indikatif tersebut ternyata pemerintah masih berfokus kepada sarana dan prasarana. Kesejahteraan guru belum begitu terlihat, peningkatan mutu dan kualitas siswa-siswi juga belum terlihat," jelasnya, kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).
Pihaknya meminta pemerintah meninjau ulang pagu indikatif agar kebutuhan dasar pendidikan menjadi prioritas. Serta yang paling utama dimasukkan untuk peningkatan kesejahteraan guru dan peningkatan mutu dan kualitas siswa.
"Bahkan di satu direktorat yang ada di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menangani kurikulum saja anggarannya masih nol," kata Lalu Hadrian.
Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah melakukan fomulasi ulang terkait pagu indikatif sektor pendidikan pada anggaran 2027 mendatang.
"Komisi X menyampaikan kepada pemerintah bahwa silakan diformula ulang terkait dengan pagu indikatif yang sudah disampaikan kepada DPR. Dan kami mendorong kesejahteraan guru menjadi prioritas utama, mutu dan layanan serta kualitas pendidikan juga harus diperhatikan. Kebutuhan-kebutuhan dasar menjadi prioritas yang harus kita tuntaskan bersama," jelasnya.
Terkait besaran anggaran, Lalu Hadrian menyebut pagu indikatif Kemendikdasmen mencapai Rp58 triliun dengan usulan penambahan lebih dari Rp40 triliun. Sementara, pagu indikatif Kemendiktisaintek sebesar Rp64 triliun dengan usulan tambahan lebih dari Rp15 triliun.
Lalu Hadrian juga menyoroti besaran alokasi untuk pembangunan sarana dan prasarana yang dinilai berpotensi mengurangi perhatian terhadap peningkatan mutu pendidikan.
"Sangat besar sekali. Bahkan dengan peningkatan pembangunan sarana prasarana mengakibatkan di pagu indikatif itu untuk program layanan dan mutu serta peningkatan kualitas pendidikan masih zero, masih nol. Itu kami sangat sayangkan sebenarnya dengan postur pagu indikatif hari ini," ujarnya.
Lalu Hadrian menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan harus diimbangi dengan penguatan sumber daya manusia, terutama kesejahteraan guru.
"Kami sepakat di Komisi X, untuk pemerintah tidak hanya membangun sarana dan fasilitas tetapi juga memikirkan SDM-nya. Percuma sekolah banyak kita bangun tetapi gurunya tidak ada. Itu kan sama saja bohong," katanya.
Komisi X DPR dijadwalkan kembali menggelar rapat dengan pemerintah pada Rabu (17/6/2026) untuk melanjutkan pembahasan anggaran sektor pendidikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









