Akurat Logo

Usai Rusak Bangunan Sekolah, Lokasi Kopdes Merah Putih di Ende Dipindahkan

Ayu Rachmaningtyas | 18 Juni 2026, 23:24 WIB
Usai Rusak Bangunan Sekolah, Lokasi Kopdes Merah Putih di Ende Dipindahkan
Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, meninjau pelaksanaan MBG di SD Wolomoni, Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (18/6/2026). (Akurat.co/Ayu Rachmaningtyas)

AKURAT.CO Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk dipindahkan. Mengingat, pembangunan telah berdampak pada kerusakan bangunan di SDN Wolomoni.

"Tapi ini tadi sudah diputuskan, lokasinya akan dipindah," kata Wapres usai meninjau pelaksanaan MBG di SD Wolomoni, Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (18/6/2026).

Dia menegaskan, penentuan lokasi Kopdes Merah Putih harus benar-benar dikaji agar tidak ada masyarakat yang terdampak. Terlebih lagi sampai menganggu kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga: Aturan Denda Rp100 Juta Dicabut, Peserta Pegawai Kopdes Merah Putih yang Mundur Bisa Ikut Seleksi Lagi

"Makanya tadi saya ingatkan, Pak Wagub, Pak Bupati, Pak Kepala Desa, tolong dalam penentuan titiknya itu benar-benar bisa dikaji. Melibatkan warga, diskusi dengan warga. Jangan sampai ada yang terdampak. Jangan sampai ada yang dirugikan. Apalagi ini kan area sekolah," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, menjelaskan akar masalah bangunan sekolah yang hancur akibat pembangunan tersebut. Dia menjelaskan, lokasi Kopdes Merah Putih memang berada di belakang sekolah.

Baca Juga: Viral Calon Manajer Kopdes Merah Putih Didenda Rp100 Juta Jika Undurkan Diri, Ini Kata Mendes

"Karena untuk melintas alat berat, wilayah sekolah disini menjadi akses yang menjaid alternatif (jalan satu-satunya)," tuturnya.

Dari hasil musyawarah yang telah dilakukan, pihaknya bersepakat dengan masyarakat sekitar untuk tidak menggunakan lahan tersebut.

"Kami belum bisa mempersiapkan lahan karena sudah musyawarah. Kami dengan masyarakat yang berjumlah 146 Kartu Keluarga (KK) juga berkomitmen bersama untuk tidak lagi mengganggu akses jalan ini," tambahnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.