Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 25 Juni 2026

AKURAT.CO Mencari informasi mengenai konversi tanggal masehi ke kalender Islam sangat penting untuk menentukan waktu ibadah, terutama puasa sunnah.
Hari ini, Kamis (25/6/2026), menjadi momen krusial bagi umat Islam karena bertepatan dengan salah satu hari paling mulia di bulan Muharram.
Cek bagaimana pandangan Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam menetapkan penanggalan hari ini.
Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah?
Berdasarkan kalender resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI maupun maklumat PP Muhammadiyah, hari ini Kamis (25/6/2026) bertepatan dengan tanggal 10 Muharram 1448 Hijriah.
Kebetulan yang indah pada tahun 2026 ini, baik versi Kemenag maupun Muhammadiyah berada pada ketetapan yang sama persis.
Keduanya memulai tanggal 1 Muharram 1448 H pada hari Selasa (16/6/2026) lalu.
Tanggal 10 Muharram dikenal luas sebagai Hari Asyura, waktu di mana umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan ibadah puasa sunnah Asyura yang memiliki keutamaan menghapus dosa setahun yang lalu.
Memahami Sisi Metode: Kemenag dan Muhammadiyah
Meskipun untuk tanggal Kamis (25/6/2026) ini hasilnya sama, kedua lembaga besar di Indonesia ini sebetulnya menggunakan landasan dan metode perhitungan yang berbeda:
1. Versi Kementerian Agama (Kemenag) RI
Pemerintah Indonesia melalui Kemenag menggunakan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) dengan metode Imkanur Rukyat.
Kriteria ini mensyaratkan hilal dapat terlihat secara ilmiah jika tingginya minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Pada penentuan 1 Muharram 1448 H lalu, posisi hilal di wilayah Indonesia sudah memenuhi kriteria tersebut, sehingga pemerintah menetapkan awal bulan jatuh pada Selasa (16/6/2026) M.
2. Versi PP Muhammadiyah
Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Metode ini tidak memerlukan pengamatan mata telanjang (rukyat), melainkan murni perhitungan matematis dan astronomis.
Selama bulan sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam (berapapun tingginya, bahkan kurang dari 3 derajat), maka esoknya dinyatakan sebagai bulan baru. Secara kebetulan astronomis, hasil hitungan ini sejalan dengan kalender pemerintah untuk bulan Muharram 1448 H.
Sebagai perbandingan komparatif tambahan, berikut adalah ringkasan penanggalan sepanjang sisa bulan Juni 2026:
Tanggal Masehi | Tanggal Hijriah (Kemenag & Muhammadiyah) | Agenda Ibadah / Keterangan |
Kamis (25/6/2026) | 10 Muharram 1448 H | Puasa Sunnah Asyura |
Jumat (26/6/2026) | 11 Muharram 1448 H | Amalan Hari Jumat |
Ahad (28/6/2026) | 13 Muharram 1448 H | Awal Puasa Ayyamul Bidh |
Senin (29/6/2026) | 14 Muharram 1448 H | Puasa Ayyamul Bidh |
Selasa (30/6/2026) | 15 Muharram 1448 H | Akhir Puasa Ayyamul Bidh |
Organisasi keagamaan lain seperti PBNU menetapkan 10 Muharram 1448 H jatuh satu hari lebih lambat, yaitu pada Jumat (26/6/2026) karena menerapkan metode istikmal/penyempurnaan bulan sebelumnya).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









