Akurat Logo

Ketimpangan Gaji Tinggi hingga Minimnya Jaminan Dokter Masih Jadi PR Pemerintah

Putri Dinda Permata Sari | 25 Juni 2026, 18:23 WIB
Ketimpangan Gaji Tinggi hingga Minimnya Jaminan Dokter Masih Jadi PR Pemerintah
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

AKURAT.CO Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyoroti masih besarnya ketimpangan gaji di kalangan tenaga medis serta perlindungan yang dinilai belum optimal bagi tenaga kesehatan di Indonesia. Persoalan tersebut menjadi salah satu fokus pembenahan pemerintah dalam transformasi sektor kesehatan.

Dia mengatakan, banyak tenaga medis dan tenaga kesehatan yang masih merasa kurang nyaman dalam menjalankan tugas karena perlindungan fisik maupun hukum belum sepenuhnya terjamin.

"Masalah yang kedua yang kita sering amati, banyak tenaga medis dan tenaga kesehatan juga yang merasa kurang nyaman kerja karena baik secara fisik maupun moral mereka tidak terjamin," ujar Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga: Menkes: Kekurangan Dokter Jadi Akar Masalah Tingginya Beban Kerja Tenaga Kesehatan

Persoalan tersebut banyak ditemui di daerah terpencil maupun wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tertentu. Sehingga harus dipastikan bahwa perlindungan fisik dan hukumnya baik bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan.

Selain masalah perlindungan, dia juga menyoroti tingginya kesenjangan pendapatan antar dokter. Masyarakat selama ini lebih sering mendengar keluhan dokter dengan penghasilan rendah, tetapi jarang membahas ketimpangan yang terjadi di dalam profesi tersebut.

"Kita sering melihat banyak dokter-dokter yang mengeluh karena pendapatannya kecil. Kita akui. Tapi mungkin yang tidak pernah kita dengar adalah dokter-dokter yang penghasilannya miliaran sebulan. Itu kita enggak pernah dengar," ujarnya.

Menurutnya, kesenjangan pendapatan antara dokter dengan penghasilan tertinggi dan terendah bisa mencapai ratusan hingga ribuan kali lipat.

Baca Juga: Prabowo Jalin Kerja Sama dengan Imperial College London, Bangun 10 Universitas Kedokteran dan Sains di Indonesia

Selain itu, adanya perbedaan jenjang karier antara layanan primer dan layanan sekunder turut memengaruhi distribusi tenaga kesehatan.

"Karena ada perbedaan kesempatan ini, otomatis semua dokter, tenaga medis, tenaga kesehatan semuanya ingin kerjanya di layanan sekunder atau rumah sakit. Padahal justru yang kita butuhkan banyak itu ada di layanan primer," tutur Budi.

Karena itu, pemerintah berupaya menyelesaikan persoalan perlindungan, kesenjangan pendapatan, serta pengembangan karier tenaga kesehatan agar distribusi tenaga medis menjadi lebih merata dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin optimal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.