Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Dapat Rehabilitasi Fisik dan Mental

AKURAT.CO Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, memastikan wanita YTR (29) yang disekap dan mengalami kekerasan selama tiga tahun oleh kekasihnya di Bandung, mendapatkan penanganan medis secara optimal di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Dia menegaskan, fokus Kementerian Kesehatan saat ini adalah memastikan korban memperoleh perawatan terbaik untuk memulihkan kondisi kesehatannya, baik secara fisik maupun mental.
"Kalau kita, tugasnya kita untuk korban kekerasan itu kita merawat pasiennya, ya, dan itu sudah dilakukan, ada di Hasan Sadikin. Progresnya seperti apa, saran saya lebih baik tanya ke sana, karena saya kan tidak update setiap hari, ya. Progresnya ada di Rumah Sakit Hasan Sadikin," kata Budi kepada wartawan, usai rapat bersama Komisi IX DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Meski demikian, dia mengaku tidak ada jaminan seseorang yang mengalami kekerasan berat dapat pulih sepenuhnya. Namun, pemerintah akan memastikan seluruh upaya medis dilakukan sesuai standar pelayanan kesehatan.
"Saya rasa kalau jawabannya sampai pulih sempurna itu kan tidak bisa kita jamin bisa seperti itu, ya. Tapi balik lagi, teman-teman, Kemenkes tanggung jawabnya adalah memastikan bahwa perawatan yang paling optimal kita berikan ke yang bersangkutan, dan itu sudah, sudah, sudah, sudah berjalan begitu di Rumah Sakit Hasan Sadikin," ujarnya.
Budi juga mengonfirmasi bahwa penanganan terhadap korban mencakup rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap kerusakan fisik yang dialami, termasuk pada bagian wajah.
Namun, tindakan yang dilakukan bukan sekadar operasi plastik kosmetik, melainkan bagian dari proses rehabilitasi medis.
"Termasuk, termasuk rehab. Bukan operasi plastik. Rehab, rehabilitasi dan rekonstruksi, ya, sesuai dengan standar medis," kata Budi saat ditanya mengenai layanan untuk kerusakan fisik di wajah korban.
Selain pemulihan fisik, Menkes memastikan korban juga mendapatkan pendampingan untuk memulihkan kondisi psikologisnya akibat kekerasan yang dialami selama bertahun-tahun.
Kasus YTR sendiri menjadi perhatian publik setelah terungkap kasus penyekapan dan penganiayaan yang dialaminya selama tiga tahun. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RSHS Bandung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









