Akurat Logo

Kemhan Pulangkan 32 Peserta SPPI yang Hamil, Bisa Ikut Latsarmil di Batch Berikutnya

Ayu Rachmaningtyas | 27 Juni 2026, 18:08 WIB
Kemhan Pulangkan 32 Peserta SPPI yang Hamil, Bisa Ikut Latsarmil di Batch Berikutnya
Kepala BPSDM Kementerian Pertahanan, Majyen TNI Ketut Gede Wetan Pastia

AKURAT.CO Kementerian Pertahanan mencatat sebanyak 32 peserta hamil yang mengikuti latihan bela negara dan manajerial atau latihan dasar militer (Latsarmil) dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Tahun 2026, untuk menjadi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Kepala BPSDM Kemhan, Majyen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menyatakan keberadaan peserta hamil ini menjadi sorotan setelah sebelumnya Kementerian Koperasi mengonfirmasi ada ibu hamil yang mengikuti program tersebut.

Sebab, pada awal rekrutmen tidak ada ketentuan yang secara tegas membatasi peserta hamil untuk mengikuti program.

Baca Juga: Kemhan Ungkap Penyebab Meninggalnya 5 Peserta SPPI, Tegaskan Latsarmil Bukan Pendidikan Prajurit

"Yang berdasarkan syarat karena memang di awal tidak dibatasi, tidak ditentukan pasti sehingga tersaring," kata dia dalam konferensi pers di Kantor Kemhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Dengan alasan kemanusian, pihaknya mempertimbangkan kondisi kesehatan peserta dan situasi di lingkungan pendidikan, penyelenggara memutuskan memulangkan para peserta yang tengah hamil tersebut.

Kendati dipulangkan, Kemhan memastikan status kelulusan para peserta tidak dicabut. Dalam hal ini para peserta tetap dinyatakan memenuhi syarat dan berhak mengikuti pendidikan pada periode berikutnya.

"Statusnya dia masih memenuhi syarat dan bisa melanjutkan pada saat kegiatan pendidikan nanti ada rencananya batch berikutnya," jelasnya.

Ketut juga menegaskan keputusan memulangkan peserta hamil dilakukan demi alasan kemanusiaan dan tidak menghilangkan hak mereka sebagai peserta yang telah lolos seleksi.

Tidak hanya peserta hamil, Kemhan juga mengungkap ada peserta yang baru melahirkan dan tetap diberikan kesempatan untuk mengikuti program setelah kondisi kesehatannya dinyatakan aman.

Baca Juga: Peserta SPPI Meninggal Bertambah Jadi Empat Orang, Kemhan Lakukan Evaluasi Menyeluruh

"Memang ada satu lagi bukan yang hamil saja, ada yang melahirkan. Tetap kita melanjutkan karena memang sudah proses kelahirannya berjalan secara aman," tuturnya.

Dia menjelaskan, pendidikan SPPI sejak awal berfokus pada pembentukan karakter melalui bela negara, bukan pendidikan untuk menjadi prajurit militer dengan memfokuskan pada penanaman disiplin, integritas, dan etos kerja.

"Di sini lebih menekankan pada bela negara. Memang awalnya itu adalah bagian daripada Komcad itu, Bela Negara itu mirip. Tapi di awal diawali dengan penanaman disiplin, dalamnya ada materi-materi yang berkaitan dengan tadi bentuknya penanaman disiplin itu dalam bentuk kegiatan militer dasar. Ya, PBB, PPM, P5 kalau kita sebut," jelasnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.