Akurat Logo

Bukan Sekadar Penonton, Cak Imin Dorong Santri Jadi Aktor Utama Pembangunan Nasional

Moehamad Dheny Permana | 29 Juni 2026, 12:54 WIB
Bukan Sekadar Penonton, Cak Imin Dorong Santri Jadi Aktor Utama Pembangunan Nasional
Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, dalam acara Wisuda Kelas XII SMA/K/MA Unggulan Bina Insan Mulia di Cirebon. Foto: Kemenko PM

AKURAT.CO Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa pesantren punya peran strategis dalam menyiapkan generasi pemimpin Indonesia yang berintegritas, menguasai ilmu pengetahuan, dan mampu menjawab tantangan global.

Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin mengapresiasi Pesantren Bina Insan Mulia yang dinilainya berhasil menghadirkan model pendidikan dengan visi, arah, dan orientasi yang jelas. Sehingga mampu melahirkan lulusan yang siap melanjutkan pendidikan maupun berkiprah di berbagai bidang.

"Pesantren harus melahirkan santri intelektual, cendekiawan muslim yang bukan hanya menjadi penonton sejarah tetapi menjadi pelaku sekaligus pemimpin sejarah di masa depan," ujarnya, saat menghadiri Wisuda Kelas XII SMA/K/MA Unggulan Bina Insan Mulia di Cirebon, Minggu (28/6/2026) malam.

Menurut Cak Imin, fondasi pendidikan yang kuat akan menjadi bekal bagi para santri untuk menghadapi berbagai tantangan zaman.

Apa pun bidang keilmuan yang dipilih, lulusan pesantren akan mampu bersaing apabila dibangun di atas karakter, integritas, dan penguasaan ilmu pengetahuan.

Baca Juga: 137 Santri Lolos Seleksi Berkas Beasiswa PBNU–Al-Azhar Mesir 2026, Bersiap Hadapi Tahap Wawancara

Cak Imin menyampaikan optimismenya bahwa semakin banyak lulusan pesantren berkualitas, semakin besar pula peluang Indonesia mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Ia menilai pesantren telah membuktikan diri mampu mencetak sumber daya manusia unggul, yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual tetapi juga kekuatan moral dan spiritual.

"Bangsa ini membutuhkan pemimpin yang taat pada ilmu pengetahuan sekaligus memiliki integritas. Dua hal itulah yang akan menentukan masa depan Indonesia," ujarnya.

Ia juga menyoroti bonus demografi yang akan mencapai puncaknya pada dekade mendatang. Ia mengajak para lulusan untuk memanfaatkan momentum tersebut sebagai kesempatan menjadi aktor utama pembangunan nasional.

Cak Imin menegaskan bahwa pemerintah terus membuka peluang seluas-luasnya bagi generasi muda agar mampu berkembang melalui pendidikan, peningkatan keterampilan, hingga akses terhadap lapangan kerja.

Baca Juga: DPR: UU Pesantren Harus Permudah Akses Anggaran dan Cetak Santri Melek AI

Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan berbagai program peningkatan kompetensi lulusan sekolah menengah, termasuk penguatan keterampilan yang dibutuhkan pasar kerja global.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memanfaatkan besarnya peluang kerja di berbagai negara yang saat ini mengalami kekurangan tenaga kerja usia produktif.

Menurutnya, bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan apabila didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas, produktif, dan siap bersaing di tingkat internasional.

Kepada para wisudawan, Cak Imin berpesan agar terus belajar, menempa diri, serta tidak berhenti meningkatkan kapasitas di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ia juga mengapresiasi capaian para lulusan, termasuk 175 santri yang melanjutkan studi ke luar negeri serta 99 lulusan yang diterima di berbagai perguruan tinggi negeri terbaik di dalam negeri.

Baca Juga: Kasus Pelecehan Santriwati di Pati Ciderai Lembaga Pendidikan, Cak Imin Siapkan Langkah Penanggulangan

"Indonesia akan semakin kuat apabila para santrinya menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, sekaligus menjaga akhlak dan integritas. Kekuasaan akan bermakna apabila dikelola dengan ilmu, akhlak, dan tanggung jawab," jelasnya.

Cak Imin juga mengajak seluruh lulusan untuk terus membawa nilai-nilai kepesantrenan dalam setiap pengabdian kepada bangsa.

Ia optimistis para alumni Bina Insan Mulia akan menjadi bagian dari generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju, berdaya saing global, sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.