Akurat Logo

Percepat Pemberdayaan Masyarakat, Akses Pendidikan di Wilayah 3T Harus Jadi Prioritas

Moehamad Dheny Permana | 30 Juni 2026, 20:14 WIB
Percepat Pemberdayaan Masyarakat, Akses Pendidikan di Wilayah 3T Harus Jadi Prioritas
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, saat berbicara dalam acara Penandatanganan Kerjasama dan Launching Beasiswa 500 Kader Pemberdayaan Masyarakat.

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa akses pendidikan harus dapat menjangkau desa-desa yang ada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pria yang akrab dipanggil Cak Imin ini mengatakan, upaya tersebut merupakan langkah strategis guna mempercepat pemberdayaan masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Cak Imin dalam Penandatanganan Kerjasama dan Launching Beasiswa 500 Kader Pemberdayaan Masyarakat di Kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Baca Juga: Profil Hakim Andi Saputra: Pendidikan dan Karier Eks Wartawan yang Berbeda Pendapat Soal Nadiem

"Pada pagi hari ini kita semua menyaksikan sebuah langkah penting MoU yang sangat kita harapkan menjadi bagian upaya kita memberikan akses pendidikan, terutama pedesaan dan saya harapkan diprioritaskan pedesaan-pedesaan yang jauh tertinggal, terutama 3T yang jadi prioritas. Karena dari sana kita bisa mengatasi sekaligus pemberdayaan, sekaligus kualitas hidup dan kemajuan desa kita," ucap Cak Imin.

Kerja sama tersebut ditandai dengan peluncuran program beasiswa bagi 500 Kader Pemberdayaan Masyarakat sebagai implementasi awal kolaborasi kedua institusi.

Beasiswa kuliah ini akan diberikan secara gratis pada tahun pertama, sedangkan untuk tahun kedua dan seterusnya ditentukan berdasarkan hasil evaluasi IPK. Di mana siswa dengan IPK lebih dari 3,50 akan mendapatkan beasiswa gratis, dan yang IPK-nya kurang dari 3,5 akan mendapatkan beasiswa 50 persen.

Program tersebut diharapkan membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, terutama generasi muda di wilayah pedesaan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas.

Menurutnya, model pembelajaran jarak jauh yang dikembangkan Universitas Siber Asia menjadi salah satu solusi untuk menjawab tantangan pemerataan pendidikan.

Dengan memanfaatkan teknologi digital, masyarakat di berbagai daerah tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan daerah asalnya.

Baca Juga: Menteri HAM: Pendidikan Mental Berbasis Disiplin Lebih Dibutuhkan daripada Latihan Dasar Militer

Cak Imin menilai, pendekatan tersebut memungkinkan generasi muda tetap belajar sambil berkontribusi menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga mendorong pembangunan desa secara langsung.

Dia menegaskan, kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan harus dibangun secara terpadu. Berbagai persoalan pembangunan sering kali muncul akibat belum terhubungnya kerja sama antarinstansi maupun antara pemerintah dan mitra nonpemerintah.

"Nah, saya ingin menyatakan, kerja sama seperti ini jangan sepotong-sepotong, harus terintegrasi dalam satu kerangka yang lebih utuh membantu Presiden untuk mengatasi mata rantai yang putus, yang putus-putus itu," katanya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.