Pemerintah Persingkat Durasi Pelatihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial Jadi Hanya Dua Minggu

AKURAT.CO Kementerian Pertahanan telah mengubah format latihan Dasar Militer (Latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026, menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.
Tak hanya mengubah format, Kementerian Pertahanan juga mempersingkat waktu pelatihan dari sebelumnya satu bulan menjadi dua minggu.
"Dari segi waktu juga berkurang juga yang tadinya Komponen Cadangan selama satu bulan, ini Bela Negara juga kami perpendek menjadi dua minggu," kata Wakil Menteri Pertahanan, Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto, usai menghadiri rapat bersama Komisi I DPR RI, di Senayan, Rabu (1/7/2026).
Baca Juga: Latsarmil Jadi Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, Kemhan: Materi Militer Dihapus
Setelah menyelesaikan pelatihan Bela Negara, para peserta juga akan mengikuti pendidikan dan pelatihan manajerial selama sekitar satu bulan. Nantinya, materi yang diberikan akan disesuaikan dengan penugasan masing-masing peserta.
"Nah kemudian sisanya yang satu bulan itu adalah untuk pendidikan dan pelatihan manajerial tergantung SPPI ini arahnya ke mana. Kalau yang ke koperasi mereka akan lebih banyak diberikan materi modul-modul terkait dengan koperasi, kalau yang kampung nelayan mereka akan diberikan modul-modul terkait dengan kampung nelayan tersebut," jelasnya.
Dia menjelaskan, materi pelatihan manajerial disiapkan oleh kementerian teknis sesuai bidang penugasan. Bagi peserta yang ditempatkan di koperasi, modul telah disiapkan oleh Kementerian Koperasi, sedangkan peserta yang bertugas di kampung nelayan materi disiapkan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Tentunya yang memberikan materi adalah dari kementerian masing-masing, dari Kementerian Koperasi sudah menyiapkan modul-modulnya demikian juga yang dari KKP juga sudah menyiapkan. Namun tempat pembelajaran, tempat pendidikan tetap di 67 Satdik tersebut cuma waktunya saja yang berubah. Nah itu adalah terkait dengan kami telah merevisi program tersebut," ucap Donny.
Dia memastikan, para peserta Program SPPI KDKMP dan KNMP tidak lagi diproyeksikan menjadi Komponen Cadangan (Komcad). Karena itu, program yang saat ini dijalankan hanya berupa pendidikan dan pelatihan Bela Negara.
"Kemudian kami juga sudah menyampaikan kepada Anggota Komisi I bahwa kami sudah merevisi program ini. Yang semula mereka juga akan menjadi komponen cadangan, kami sudah tetapkan bahwa mereka hanya diberikan pembinaan pendidikan pelatihan Bela Negara," ujarnya.
Menurut dia, materi bela negara yang diberikan akan berbeda dengan pelatihan Komcad. Revisi yang dilakukan ialah para peserta tidak lagi mendapatkan materi mengenai penggunaan senjata maupun taktik militer.
Materi yang diberikan akan berfokus pada pembentukan karakter melalui pembelajaran mengenai nasionalisme, patriotisme, disiplin, kepemimpinan, serta kerja sama yang nantinya akan dilakukan oleh para peserta yang akan menjadi manager.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







