Akurat Logo

Resep Gado-gado Turun Temurun Penyelamat dari PHK

Siti Nur Azzura | 4 Juli 2026, 19:23 WIB
Resep Gado-gado Turun Temurun Penyelamat dari PHK
Nurjanah dan Dwi kuncoro penjual Gado-Gado Plus.

AKURAT.CO Menghadapi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) membuat setiap kerja merasa sedih, marah, dan bingung. Namun PHK tak selamanya kehilangan pekerjaan. Bisa jadi, justru awal dari pintu rezeki lain yang lebih luas.

Seperti yang terjadi pada pasangan suami istri, Nurjanah dan Dwi kuncoro, yang membangun usaha kuliner setelah mengalami PHK di 2019. Berbekal dari resep turun temurun, suami istri yang akrab dipanggil Umi Labib dan Babah Fina ini sukses menjalankan kedai Gado-Gado Plus.

Umi Labib bercerita bahwa usaha gado-gado keluarganya berawal dari sang nenek sekitar tahun 1980-an. Lalu diteruskan oleh sang ibu, dan akhirnya kini dijalankan oleh dirinya bersama suami.

Baca Juga: Budaya dan Lapangan Kerja dalam Kemasan 'Oleh-oleh Jakarta'

Dia bercerita saat dirinya tinggal di Cipayung, kedai gado-gadonya sudah punya banyak pelanggan dari berbagai kalangan. Bahkan, gado-gadonya sering diborong oleh atlet yang berlatih di Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas) PBSI Cipayung.

"Dulu saya sempat tinggal deket Pelatnas PBSI. Itu tuh atlet-atlet kan yang makan. Itu lagi laris-laris. Zamannya Susi Susanti, Matis Kido. Itu kalau datang sudah Ini dagangan ada berapa diborong semua sama dia," kata Umi Labib.

Awalnya, Umi Labib dan Babah Fina hanya berjualan offline. Namun sayangnya penjualan masih rendah dan tidak bisa menutup kebutuhan. Akhirnya, mereka mencoba berjualan online, salah satunya melalui Shopeefood dengan nama 'Gado-Gado Plus'.

"Alhamdulillah penjualan meningkat. Pesanan di Shopeefood bisa 50-150 porsi per hari. Apalagi kalau lagi bulan puasa bisa lebih banyak lagi orderannya," katanya.

Tak hanya itu, mereka juga kerap memanfaatkan berbagai program promosi dan fitur Shopee Food untuk meningkatkan penjualan, seperti Checkout Murah, Shopee Food Deals, dan Shopee Food Pickup. Hasilnya, penilaian toko mereka mencapai 4,8 bintang dari lebih dari 2.500 ulasan.

"Dari jualan di Shopee Food sekarang pesanan tidak hanya datang dari warga sekitar, tetapi juga menjangkau hingga ke daerah penyangga seperti Depok dan Bekasi. Omzet harian bisa mencapai ratusan ribu rupiah, bahkan lebih," ujarnya.

Baca Juga: Banjir Voucher! Cara Langganan ShopeeVIP 2026 dan Manfaat Rahasianya

Meski resep turun temurun, namun dirinya tetap memberikan inovasi untuk memperkuat cita rasa. Salah satunya dengan mencampur kacang tanah dengan kacang mede. Selain itu, dia juga tidak lagi mengulek bumbu dan menggantinya dengan blender agar penyajian lebih cepat.

Sebab saat masih menggunakan teknik ulek, penyajian seporsi gado-gado sangat lama, hingga banyak mendapat protes dari para driver. Cara ini pun tidak efektif lagi, terlebih jumlah pesanan semakin membludak.

"Tadinya kita awalnya ngulek. Tapi ya gitu kan driver ga sabar dan sayanya nguleknya kecapean juga. Akhirnya saya berubah jadi diblender. Tapi kita coba dulu, trial dulu, lihat komenan gitu di online tuh kira-kira ini bisa diterima apa engga. Ternyata mereka ngasih bintangnya bagus semuanya. Ya sudah jadi mulai saat itu kita pakai blender," jelasnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.