Wakil Ketua DPR Cucun: Penataan Guru Honorer Harus Tuntas sebelum Rekrutmen Baru, Jangan Sampai Muncul Masalah Baru

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan pemerintah perlu menuntaskan penataan guru honorer sebelum membuka rekrutmen baru.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar kebutuhan guru nasional benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Hal tersebut disampaikan Cucun usai Pertemuan Pimpinan DPR RI dengan Forum Aliansi Guru dan Tenaga Kependidikan Nasional di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, saat ini pemerintah masih melakukan pemetaan kebutuhan guru melalui inventarisasi jumlah sekolah, termasuk evaluasi sekolah yang akan digabung (merger).
Hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan jumlah guru yang benar-benar dibutuhkan di seluruh Indonesia.
Baca Juga: DPR Janji Kawal Aspirasi Guru dan Tuntaskan Persoalan Pendidikan
"Kita harus justru menjaga tentang tata kelola ini, jangan sampai ini baru selesai satu muncul lagi permasalahan. Ada guru honorer yang harus diselesaikan yang selama ini direkrut di daerah. Ini yang harus sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah," ujar Cucun.
Ia menjelaskan, setelah kebutuhan guru dipastikan, pemerintah baru dapat menentukan mekanisme pengangkatan, baik melalui seleksi PPPK maupun skema lain sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, status guru honorer dapat diselesaikan secara bertahap hingga tidak lagi menyisakan persoalan di daerah.
"Jumlah sekolah ini lagi betul-betul diinventarisir. Kemudian turun kebutuhan gurunya sampai berapa yang pasti. Nanti dilakukan seleksi, diangkat, sehingga tidak ada lagi status honorer kalau memang sudah sesuai dengan kebutuhannya," jelas politisi PKB tersebut.
Cucun menambahkan, hasil pemetaan tersebut juga akan menjadi dasar penyusunan kebutuhan anggaran pemerintah pada APBN Tahun Anggaran 2027.
Baca Juga: Kesan Guru MI Pertama Kali Bertemu Prabowo: Ternyata Glowing, Ganteng dan Berwibawa
"Kita justru menunggu dalam bulan-bulan ini sampai akhir Juli. Kalau diputuskan harus direkrut sekarang, kan nanti harus disiapkan anggarannya di Kem PPKF untuk anggaran APBN 2027," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








