Akurat Logo

S&P Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia pada BBB, Bukti Kepercayaan Global ke Ekonomi RI Masih Kuat

Ayu Rachmaningtyas | 14 Juli 2026, 15:36 WIB
S&P Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia pada BBB, Bukti Kepercayaan Global ke Ekonomi RI Masih Kuat
Ilustrasi perekonomian Indonesia.

AKURAT.CO Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's Global Ratings (S&P) kembali mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang, dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil.

Penilaian tersebut menjadi sinyal bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih dipercaya oleh pasar global, di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Afirmasi tersebut bukan hanya mempertahankan status investment grade, tetapi juga menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjaga stabilitas makroekonomi dan disiplin fiskal di tengah berbagai tantangan global.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Bakal Salurkan Kredit Murah 8 Persen dan Jadi Pusat Ekonomi Desa

Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia, David Sutyanto, mengatakan keputusan S&P memberikan pesan yang jelas bahwa kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia masih terjaga meski menghadapi tekanan fiskal, volatilitas nilai tukar, dan dinamika ekonomi global.

"Afirmasi rating Indonesia oleh S&P Global Ratings menjadi sinyal penting bagi perekonomian dan pasar modal Indonesia. Di tengah tekanan fiskal, volatilitas nilai tukar, dan dinamika global yang tidak ringan, keputusan ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia masih terjaga," kata David, dikutip Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, S&P melihat prospek stabil Indonesia ditopang oleh ekspektasi pemulihan penerimaan negara, perbaikan ekspor seiring membaiknya harga komoditas, serta komitmen pemerintah menjaga defisit fiskal di bawah 3 persen dari PDB.

Kondisi tersebut membuat pasar global masih memberikan ruang kepercayaan kepada Indonesia, selama arah kebijakan fiskal tetap terukur dan dapat diprediksi. Keputusan S&P juga menjadi sentimen positif bagi pasar modal karena membantu menjaga persepsi risiko Indonesia di mata investor internasional.

Namun, dia mengingatkan bahwa kepercayaan tersebut harus terus dijaga melalui komunikasi kebijakan yang jelas, disiplin fiskal yang kredibel, serta konsistensi pelaksanaan kebijakan.

"Indonesia masih dipercaya, tetapi kepercayaan itu harus terus dibuktikan. Pasar modal masih memiliki prospek, tetapi prospek itu harus diperkuat dengan kepastian kebijakan dan kualitas komunikasi yang lebih baik," ujarnya.

Baca Juga: Kredit Perbankan Tumbuh 11,51 Persen di Mei 2026, Bos OJK: Sektor Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Sementara itu, Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, menilai laporan S&P juga menunjukkan adanya keyakinan terhadap berbagai reformasi yang tengah dilakukan pemerintah untuk memperkuat fondasi fiskal, termasuk melalui pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Menurutnya, S&P melihat DSI berpotensi menjadi sumber baru penerimaan negara sekaligus memperkuat ketahanan fiskal dan sektor eksternal melalui pengelolaan ekspor komoditas yang lebih baik.

"DSI tidak semestinya dipandang semata-mata sebagai mekanisme konsolidasi ekspor, melainkan juga sebagai mesin penggerak penerimaan negara (revenue engine) yang berpotensi memperluas basis fiskal tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kenaikan tarif pajak maupun penambahan utang publik," ujar Fithra.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.