Eddy Soeparno: APBN Kuat Bukan Jaminan Indonesia Aman dari Krisis Energi

AKURAT.CO Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menanggapi pandangan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menyebut Indonesia belum berada dalam kondisi darurat energi karena didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kuat.
Dia mengingatkan bahwa kekuatan APBN tidak serta-merta menjamin Indonesia aman dari ancaman krisis energi di tengah gejolak global.
"Saya menghargai kinerja Menkeu yang menjaga resiliensi fiskal kita sehingga gejolak energi yang terjadi akibat perang di Timur Tengah belum mendorong Indonesia ke kondisi darurat energi," ujar Eddy melalui keterangan tertulis, Jumat (27/3/2026).
Baca Juga: Purbaya Sebut APBN 2026 Masih Tahan Guncangan Minyak Global, Belum Darurat Energi
Meski demikian, dia menekankan pentingnya kewaspadaan, mengingat ketergantungan Indonesia terhadap impor energi masih cukup tinggi. Menurutnya, kekuatan fiskal tidak selalu sejalan dengan jaminan ketersediaan pasokan energi.
"Namun demikian kita perlu selalu waspada bahwa kuatnya APBN Indonesia saat ini bukan jaminan bahwa pasokan energi yang selama ini dipenuhi melalui jalur impor akan selalu terpenuhi," lanjutnya.
Eddy menilai, konflik geopolitik seperti perang di Timur Tengah memiliki dampak besar terhadap rantai pasok global, bahkan setara dengan disrupsi saat pandemi COVID-19. Dalam kondisi tersebut, negara produsen cenderung memprioritaskan kebutuhan domestik dibandingkan ekspor.
"Artinya, andaikata kita memiliki kecukupan dana untuk membelinya sekalipun, belum tentu negara produsen bersedia menjual produk yang dimaksud," katanya.
Dia menambahkan, risiko tersebut dapat membuat Indonesia kesulitan memenuhi kebutuhan energi seperti BBM, migas, dan LPG, meskipun memiliki kemampuan finansial untuk mengimpor.
"Meski Indonesia memiliki APBN yang kuat, namun belum tentu kita mampu memenuhi kebutuhan energi seperti BBM, migas, dan LPG yang selama ini diimpor karena diperebutkan oleh banyak negara," ujarnya.
Baca Juga: Menkeu Batasi Anggaran Baru K/L demi Jaga APBN
Karena itu, Eddy mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk fokus pada keandalan pasokan energi (reliability of supply), bukan sekadar ketersediaan (availability). Dia menilai langkah ini krusial dalam menghadapi potensi krisis energi global.
Selain itu, dia juga mengingatkan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan transisi energi nasional sebagai upaya memperkuat ketahanan energi jangka panjang.
"Perang di Timur Tengah saat ini merupakan alarm bahwa ketahanan energi Indonesia rentan. Oleh karena itu, kita perlu segerakan transisi energi, perkuat elektrifikasi, dan mengembangkan sumber bio-energi nasional yang melimpah," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









