Perkembangan Teknologi Jadi Tantangan Perlindungan Anak, Literasi Digital Perlu Diperkuat

AKURAT.CO Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa, dalam memenuhi hak dan melindungi anak dari berbagai ancaman, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Pemerhati anak, Ajat Wiratmaja, mengungkapkan perlindungan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah, namun tanggung jawab bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, hingga negara.
Menurutnya, keluarga harus menjadi tempat pertama yang memberikan kasih sayang dan rasa aman bagi anak. Sementara itu, sekolah wajib menghadirkan lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan dan perundungan.
Baca Juga: SDM Unggul Indonesia Dimulai dari Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak
Di sisi lain, masyarakat dituntut memiliki kepedulian yang tinggi terhadap tumbuh kembang anak, sedangkan negara harus memastikan penegakan hukum terhadap pelanggaran hak anak berjalan secara tegas dan konsisten.
"Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Keluarga harus menjadi tempat yang penuh kasih sayang, sekolah menjadi tempat yang aman, kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan, dan negara wajib memastikan penegakan hukum berjalan," kata Ajat dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).
Tantangan perlindungan anak kini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Selain berhadapan dengan berbagai risiko di lingkungan sekitar, anak-anak juga rentan menjadi korban kekerasan, eksploitasi, maupun berbagai bentuk penyalahgunaan di ruang digital.
Karenanya, pentingnya penguatan literasi digital bagi anak, orang tua, dan tenaga pendidik agar penggunaan teknologi dapat berlangsung secara aman, sehat, dan bertanggung jawab.
"Di era digital, anak-anak tidak hanya menghadapi ancaman di dunia nyata, tetapi juga di ruang digital. Karena itu, literasi digital dan pengawasan yang bijak menjadi sangat penting," ujarnya.
Baca Juga: 23 Juli Memperingati Hari Anak Nasional, Ini Sejarah dan Tema HAN 2026
Dia menjelaskan, esensi Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak-haknya secara utuh.
Dia berharap seluruh anak Indonesia dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan bahagia, memperoleh pendidikan yang bermutu, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, maupun eksploitasi.
"Yang paling penting dari Hari Anak Nasional adalah memastikan setiap anak Indonesia dapat tumbuh dengan aman, sehat, bahagia, memperoleh pendidikan yang baik, dan terbebas dari segala bentuk kekerasan maupun eksploitasi," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









