Akurat Logo

Prabowo Akan Resmikan 895 Jembatan Merah Putih Presisi, Hubungkan Ribuan Desa dan Jutaan Warga

Moehamad Dheny Permana | 13 Agustus 2026, 12:06 WIB
Prabowo Akan Resmikan 895 Jembatan Merah Putih Presisi, Hubungkan Ribuan Desa dan Jutaan Warga
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan arahan kepada para periset BRIN. - Foto: Biro Pers Setpres

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, akan meresmikan secara virtual Jembatan Merah Putih Presisi di sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis (13/8/2026).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan bahwa peresmian dipusatkan di Jl. Bayah-Cikotok, Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

Lokasi tersebut merupakan lokasi jembatan yang menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari dan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 8.000 jiwa. Presiden juga akan menyapa masyarakat yang mengikuti peresmian secara virtual dari berbagai daerah.

Baca Juga: Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Kendawi, Wapres Gibran Pastikan Akses Masyarakat Pulih Pascabencana

"Program Jembatan Merah Putih Presisi merupakan salah satu bentuk pelaksanaan tugas Polri untuk membantu menjawab kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses," kata Prasetyo.

Hingga saat ini, Polri telah membangun dan merevitalisasi 895 jembatan secara swadaya di 30 Polda, dengan total panjang 19,2 kilometer, menghubungkan 1.314 desa dan memberikan manfaat bagi sekitar 2 juta masyarakat.

Jembatan-jembatan tersebut membantu membuka akses antarkampung dan antardesa, meningkatkan keselamatan, serta memudahkan masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan pusat kegiatan ekonomi.

Baca Juga: Taiwan Uji Pertahanan Jembatan Strategis Dekat Taipei, Antisipasi Serangan China dalam Latihan Perang Han Kuang

"Pemerintah mengapresiasi Jembatan Merah Putih Presisi sebagai bentuk gotong royong pembangunan yang diinisiasi Polri dan dilakukan secara kolaboratif bersama TNI, pemerintah daerah, yayasan, relawan, teknisi, dan masyarakat," tuturnya.

Menurutnya, kehadiran jembatan yang aman dan layak diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas wilayah, tetapi juga membuka akses pendidikan, pelayanan dasar, dan kegiatan ekonomi masyarakat.

"Program ini menunjukkan bahwa pembangunan dapat dilakukan secara kolaboratif untuk menjawab kebutuhan konkret masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses," ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.