Akurat Logo

Ketua BEM FH UI Jamin Mahasiswa Akan Turun ke Jalan Lagi dalam Jumlah Lebih Besar

Okto Rizki Alpino | 18 Agustus 2026, 21:34 WIB
Ketua BEM FH UI Jamin Mahasiswa Akan Turun ke Jalan Lagi dalam Jumlah Lebih Besar
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo. - Akurat.co/Okto Rizki Alpino

AKURAT.CO Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mempertanyakan makna kemerdekaan yang peringatannya baru dirayakan masyarakat. Menurut dia, kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan bangsa asing.

"Jangan-jangan besok kita dijajah oleh pemerintah kita sendiri," kata Anandaku di sela aksi mahasiswa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026) malam.

Dia menyoroti perayaan kemerdekaan pada 17 Agustus 2026 yang berlangsung ketika sejumlah warga masih menghadapi bencana dan persoalan ekonomi. Dia menyinggung kondisi warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana serta masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

Baca Juga: Demo BEM UI Bubar, Polisi Amankan Pisau dan Golok

Baginya, kemerdekaan seharusnya menjamin warga dapat hidup layak. Hak atas pendidikan, rasa aman, dan kehidupan ekonomi yang baik, kata dia, merupakan bagian dari kemerdekaan.

"Apakah kita sebagai masyarakat Indonesia sudah bisa merasa aman?" ujarnya.

Dia kemudian menyinggung rasa takut masyarakat ketika berhadapan dengan aparat keamanan. Menurut dia, kemerdekaan belum sepenuhnya terwujud jika warga masih takut ketika bertemu polisi atau tentara di jalan.

Anandaku mengatakan mahasiswa akan terus menyuarakan tuntutan selama pemerintah belum menunjukkan perubahan. Ia menyinggung penanganan kasus Affan Kurniawan yang tewas terlindas kendaraan taktis polisi pada Agustus 2025, dan evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis, sebagai contoh perkara belum diselesaikan pemerintah.

"Pernyataan bahwa kita akan terus berjalan itu bukan sebuah tantangan. Itu sebuah penegasan bahwa kami akan terus bergerak ketika mereka tidak melakukan perubahan dan perbaikan," katanya.

Aksi mahasiswa pada hari ini juga diwarnai persoalan transportasi. Anandaku mengatakan, sejumlah kopaja yang sebelumnya disiapkan untuk mengangkut massa tiba-tiba membatalkan keberangkatan sejak pagi. Dia menduga ada intimidasi terhadap pengemudi, meski belum mengetahui pihak yang bertanggung jawab.

"Kami tiba-tiba di-cancel sama kopajanya. Kami juga tidak tahu kenapa," ujarnya.

Baca Juga: Demo Memanas, Wakil Ketua BEM UI Fathimah Hardik Polisi karena Pakai Mobil Komando

Anandaku berharap, para pengemudi tidak takut memperjuangkan hak mereka. Menurut dia, gerakan mahasiswa tidak hanya menyangkut kepentingan kampus, tetapi juga hak masyarakat, termasuk sopir angkutan umum.

Dia juga membuka kemungkinan aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar. Mahasiswa akan tetap turun ke jalan selama pemerintah tidak melakukan perbaikan.

"Kalau hanya tersisa kaki untuk melangkah, maka itu yang akan kami gunakan," kata Anandaku.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.