Akurat Logo

Siapa Agus Salim dalam Diplomasi Kemerdekaan? Peran Diplomat Ulung Memperjuangkan Pengakuan Indonesia

Redaksi Akurat | 20 Agustus 2026, 22:20 WIB
Siapa Agus Salim dalam Diplomasi Kemerdekaan? Peran Diplomat Ulung Memperjuangkan Pengakuan Indonesia
Haji Agus Salim 

AKURAT.CO Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, perjuangan Indonesia belum selesai.

Republik yang baru berdiri harus menghadapi upaya Belanda untuk kembali menguasai Indonesia sekaligus berusaha mendapatkan pengakuan dari negara-negara lain.

Dalam perjuangan diplomasi tersebut, Haji Agus Salim menjadi salah satu tokoh yang memiliki peran penting.

Kemampuannya berbahasa, bernegosiasi, dan membangun hubungan internasional membuatnya dipercaya menjalankan berbagai misi diplomatik Republik Indonesia.

Lalu, siapa Agus Salim dalam diplomasi kemerdekaan Indonesia? Berikut peran pentingnya.

Baca Juga: VIRAL Klarifikasi Pratiwi Noviyanthi Usai Dituduh Rebut Uang Donasi Agus Salim Korban Penyiraman Air Keras

Siapa Haji Agus Salim?

Haji Agus Salim merupakan salah satu tokoh pergerakan nasional dan pendiri bangsa Indonesia. Sebelum kemerdekaan, ia aktif dalam Sarekat Islam dan kemudian terlibat dalam persiapan kemerdekaan sebagai anggota BPUPKI serta Panitia Sembilan.

Setelah Indonesia merdeka, kemampuan diplomatiknya membuat ia dipercaya menduduki sejumlah posisi dalam pemerintahan, termasuk Menteri Muda Luar Negeri dan Menteri Luar Negeri.

Peran Agus Salim dalam Diplomasi Kemerdekaan

Memperjuangkan Pengakuan Internasional

Salah satu tujuan utama diplomasi Agus Salim adalah meyakinkan negara-negara lain bahwa Indonesia merupakan negara yang layak merdeka dan berdaulat.

Upaya tersebut penting karena pengakuan internasional dapat memperkuat posisi Republik Indonesia dalam menghadapi Belanda.

Melakukan Diplomasi dengan Negara-Negara Arab

Pada 1947, Agus Salim memimpin misi diplomatik Indonesia ke sejumlah negara Arab.

Misi tersebut bertujuan mendapatkan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia. Hubungan dengan negara-negara Timur Tengah kemudian menjadi salah satu bagian penting dalam perjuangan diplomasi Indonesia.

Membawa Persoalan Indonesia ke PBB

Agus Salim juga berperan dalam perjuangan diplomasi di forum internasional.

Ia mendampingi Sutan Sjahrir dalam menghadapi persoalan Indonesia-Belanda di forum Dewan Keamanan PBB. Diplomasi tersebut dilakukan setelah Agresi Militer Belanda dan bertujuan memperoleh dukungan internasional bagi Indonesia.

Berperan dalam Perundingan Indonesia-Belanda

Agus Salim juga terlibat dalam berbagai proses perundingan dengan Belanda.

Dalam perundingan Linggarjati, ia berperan sebagai penasihat dan melakukan pendekatan diplomatik kepada pihak-pihak yang terlibat. Dalam Perundingan Renville, ia menjadi bagian dari delegasi Indonesia.

Baca Juga: 7 Artis Keturunan Pahlawan, Cucu Agus Salim hingga Cicit HOS Cokroaminoto

Mengapa Agus Salim Disebut Diplomat Ulung?

Kemampuan Agus Salim dalam berkomunikasi dan menguasai sejumlah bahasa menjadi salah satu kekuatannya dalam diplomasi.

Kemampuannya berargumentasi membuatnya mampu menjelaskan posisi Indonesia kepada pihak asing sekaligus membangun simpati terhadap perjuangan Republik. Karena kemampuannya tersebut, ia dikenal dengan julukan "The Grand Old Man."

Agus Salim dalam diplomasi kemerdekaan Indonesia memiliki peran penting dalam memperjuangkan pengakuan dunia terhadap Republik Indonesia.

Melalui perundingan, misi diplomatik ke Timur Tengah, dan forum internasional seperti PBB, ia membantu memperkuat posisi Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.

Perjuangannya menunjukkan bahwa mempertahankan kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui perjuangan bersenjata, tetapi juga melalui diplomasi dan kemampuan membangun dukungan internasional.

Fherenilla Anandianus (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R