Akurat
Pemprov Sumsel

Rusia Disebut Sebagai Bangsa Rum Yang Dijelaskan Dalam Islam, Ini Sejarah Dari Pengkhianat Akhir Zaman

Iim Halimatus Sadiyah | 8 November 2023, 23:45 WIB
Rusia Disebut Sebagai Bangsa Rum Yang Dijelaskan Dalam Islam, Ini Sejarah Dari Pengkhianat Akhir Zaman

AKURAT.CO Melihat perang Israel dan Palestina yang semakin besar, ternyata kisah Bangsa Rum yang ada dalam Al-Quran mulai menjadi teori masyarakat dan tertuju kepada negara Rusia.

Pasalnya, Bangsa Rum itu digambarkan sebagai kaum yang berkhianat dari Islam ketika sudah mulai memasuki akhir zaman.

Seperti yang disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW, mengatakan bahwa salah satu tanda akhir zaman yaitu pengkhianatan Bangsa Rum dari Islam.

Banyak kisah yang menunjukkan bahwa setelah Rasulullah SAW menaklukkan Kekaisaran Romawi, Bangsa Rum akan bersekutu dengan umat Islam.

Namun, apakah benar Rusia yang akan menjadi Bangsa Rum seperti yang sudah dijelaskan dalam Al-Quran?

Baca Juga: Akhir Zaman Sudah Dekat! Ini 7 Tips Menghadapi Hari Kiamat Untuk Mempersiapkan Diri Yang Lebih Baik

Mengutip berbagai sumber, Rabu (8/11/2023), perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina telah menarik banyak perhatian, ditambah dengan keterlibatan tentara Muslim dari Chechnya dalam pasukan Rusia.

Karena Chechnya adalah negara dengan mayoritas penduduk Muslim, maka bnyak orang yang mengaitkan peristiwa ini menjadi sebuah teori atau ramalan akhir zaman dalam ajaran Islam.

Seorang tokoh Muslim yang teguh dalam menjalankan syariat Islam di wilayahnya adalah Ramzan Kadyrov, presiden Chechnya, ternyata sudah mendukung upaya Rusia dalam konflik ini.

Sebelumnya, Persia sudah pernah mengalahkan Bangsa Rum yang dikenal sebagai bangsa Romawi, tetapi kekalahan itu tidak bertahan lama.

Beberapa tahun kemudian, Romawi berhasil mengalahkan Persia, hingga peperangan antar kedua bangsa ini memengaruhi kaum Muslim dan Musyrik.

Selain itu, dalam Al Quran surah Ar-Rum ayat 235, menggambarkan peperangan antara bangsa Rum dan Persia.

Baca Juga: Melihat Ciri-Ciri Wanita Akhir Zaman, Salah Satunya Suka Pamer, Termasuk Golongan Pengikut Dajjal

Ada banyak kaitan Bangsa Rum dengan Islam, salah satunya adalah bahwa bangsa Rum adalah pertanda kiamat. Rasulullah SAW bersabda:

"Hari kiamat akan datang ketika bangsa Rum adalah manusia paling banyak".

Bangsa Rum sendiri telah mengarah pada gereja Kristen Ortodoks Timur peninggalan kekaisaran Bizantium yang sudah menghilang, namun ternyata masih ada dan berada di Rusia.

Penjelasan tersebutlah yang membuat banyak orang menganggap bahwa Rusia adalah Bangsa Rum, karena terlihat dari mulai kerja sama dengan negara mayoritas penduduk Islam.

Sejarah Bangsa Rum

Sejarah Bangsa, awalnya berasal dari Romawi Barat yang menyembah berhala dan dewi Yunani.

Saat ini mereka adalah penganut agama Kristen di Eropa Barat, dengan gereja Katolik Roma dan Protestan.

Baca Juga: 5 Hadits Nabi Tentang Fitnah Akhir Zaman, Muslim Harus Waspada!

Sementara Kaisar Konstantin, merupakan kaisar Romawi pertama yang memeluk agama Kristen dan menjadi orang pertama yang menyebarkan ajaran Kristen ke bangsa Romawi.

Konstantin kemudian meninggalkan Romawi dan mendirikan kekaisaran Bizantium. Selain disebut sebagai Romawi Timur, kekaisaran ini menjadi Bangsa Rum dan saingan kekaisaran Persia.

Romawi Timur berhasil dikalahkan oleh Al-Fatih pada tahun 400 M, sehingga Bangsa Rum harus berpindah ke Konstantinovel.

Dari penjelasan tersebut, ada tiga negara Rum, yang pertama adalah Bangsa Rum dari bagian dunia modern dan terlibat dalam NATO, yang mendukung Israel dalam perang Islam.

Kedua, Bangsa Rum berikutnya adalah Kekaisaran Byzantium, namun sudah tidak ada. Bangsa Rum ketiga dan terakhir yaitu Rusia.

Dari ketiga bangsa Rum tersebut, masyarakat menganggap Rusia yang paling mungkin menjadi sekutu umat Islam di akhir zaman.

Itulah penjelasan lengkap mengenai Bangsa Rum hingga Rusia menjadi dugaan negara yang paling memungkinkan untuk menjadi kaum Rum di akhir zaman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.