Akurat
Pemprov Sumsel

Survei LSN: 76,5 Persen Responden Anggap Jokowi Restui Gibran Maju Pilpres Bukan Politik Dinasti

Gerdiansyah | 26 November 2023, 00:04 WIB
Survei LSN: 76,5 Persen Responden Anggap Jokowi Restui Gibran Maju Pilpres Bukan Politik Dinasti

AKURAT.CO - Hasil survei Lembaga Survei Nasional atau LSN secara mengejutkan menemukan fenomena bahwa mayoritas masyarakat di Tanah Air menganggap sikap Presiden Jokowi merestui putranya Gibran Rakabuming Raka maju sebagai cawapres bukan merupakan manifestasi dari politik dinasti.

Sebanyak 76,5 persen responden menyatakan hal tersebut, sedangkan responden yang menganggap sebaliknya hanya 20,2 persen. Sementara sisanya yakni 3,3% responden menjawab tidak tahu.

"Mayoritas publik berpendapat bahwa pencalonan Gibran sebagai cawapres Prabowo Subianto merupakan hak warga negara yang telah memenuhi syarat perundang-undangan," kata Direktur Eksekutif LSN Gema Nusantara Bakry dalam keterangannya, Sabtu (25/11/2023).

Baca Juga: Survei LSN: Elektabilitas Prabowo-Gibran 42,1 Persen

Survei tersebut dilakukan dari 5 hingga 12 November 2023 melibatkan 1.420 responden di 38 provinsi di Indonesia. Survei menggunakan teknik multistage random sampling dengan margin of error plus minus 2,6 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei dilakukan setelah Prabowo Subianto dan Gibran mendaftar sebagai pasangan capres-cawapres ke KPU, Rabu (25/10/2023). Gibran bisa maju sebagai cawapres usai Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan uji materi tentang syarat capres-cawapres di Undang Undang Pemilu meskipun belum berusia 40 tahun.

Hasil survei juga menunjukkan 67,8 persen responden berpendapat bahwa isu politik dinasti bukan masalah serius yang dapat mengganggu pelaksanaan Pemilu 2024.

Mereka menganggap politik dinasti merupakan isu biasa yang sering muncul dan akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berakhirnya pemilu dan pilkada.

Baca Juga: Sering Kalah Survei, Ganjar Tepis Elaktabilitasnya Turun

Sedangkan responden yang menganggap isu politik dinasti sebagai masalah serius yang dapat menggangu pemilu 2024 sebanyak 21,1 persen sementara 11,1 persen responden tidak menjawab alias tidak tahu.

"Dengan demikian isu politik dinasti ternyata baru menjadi isu elit dan belum menjadi keprihatinan masyarakat luas," demikian kata Gema Nusantara Bakry.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

G
Reporter
Gerdiansyah
A