Akurat Logo

Jakarta Jadi Tuan Rumah Red Bull Power Race 2026, Atlet Indonesia Perebutkan Tiket ke Final Bangkok

Zainal Hasan | 27 Juli 2026, 18:27 WIB
Jakarta Jadi Tuan Rumah Red Bull Power Race 2026, Atlet Indonesia Perebutkan Tiket ke Final Bangkok
Caption:Head of Marketing PT Aktif Energi Indonesia (AEI), Arif Ritonga, (kiri) dalam pelucuran Red Bull Power Race 2026 di Senayan, Jakarta, Minggu (26/7/2026). AKURAT.CO/Zainal Hasan

AKURAT.CO, Indonesia dipastikan menjadi salah satu penyelenggara musim perdana Kratingdaeng Red Bull Power Race, ajang fitness racing yang digelar di kawasan Asia Tenggara. Kompetisi ini membuka kesempatan bagi atlet Indonesia untuk mengamankan tiket menuju babak final internasional di Bangkok, Thailand.

Babak Indonesia National Qualifier akan berlangsung pada 10 Oktober 2026. Arena Basketball Hall Gelora Bung Karno, Jakarta, ditunjuk sebagai lokasi penyelenggaraan seleksi nasional tersebut.

Pendaftaran peserta telah dibuka dan akan berlangsung hingga 20 September 2026. Sebanyak 12 atlet putra dan 12 atlet putri dengan catatan waktu terbaik akan mewakili Indonesia pada final internasional di Bangkok yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober 2026.

Selain Indonesia, kompetisi ini juga akan digelar di Malaysia, Myanmar, dan Thailand. Seluruh negara peserta akan mengirimkan atlet terbaiknya untuk bersaing pada putaran final.

Format perlombaan mengombinasikan empat putaran lari sejauh 400 meter dengan rangkaian tantangan berupa push-up, sit-up, dan squat. Peserta dituntut menjaga kebugaran sekaligus mengatur ritme, strategi, dan fokus sepanjang perlombaan.

Chief Global Marketing Officer TCP Group, Supasita Kraisri, mengatakan penyelenggara ingin menghadirkan kompetisi yang mudah dipahami sekaligus menarik untuk disaksikan oleh masyarakat.

"Melalui Red Bull Power Race, kami ingin menciptakan sebuah kompetisi yang mudah dipahami, menarik untuk disaksikan, dan dapat diikuti oleh masyarakat luas. Format ini memberikan penghargaan bukan hanya kepada kebugaran fisik, tetapi juga kepada tekad, ketenangan, dan kemauan untuk mendorong diri melampaui batas ketika hal itu paling dibutuhkan," ujar Supasita di Senayan, Jakarta, Minggu (26/7/26).

Head of Marketing PT Aktif Energi Indonesia (AEI), Arif Ritonga, menilai minat masyarakat Indonesia terhadap olahraga functional fitness terus menunjukkan peningkatan. Menurut dia, kehadiran Power Race menjadi wadah baru bagi atlet maupun pegiat kebugaran untuk menguji kemampuan dalam format kompetisi yang inklusif.

Sebanyak 24 atlet terbaik hasil babak kualifikasi nasional akan memperoleh kesempatan tampil pada final internasional di Bangkok. Mereka juga akan mendapatkan tiket pesawat pulang-pergi, akomodasi, serta hak bertanding melawan atlet terbaik dari empat negara Asia Tenggara.

Program Director Red Bull Power Race, Sigurd Meiche, menyebut gerakan-gerakan dasar yang digunakan dalam kompetisi justru menjadi daya tarik utama ajang tersebut. Menurutnya, tantangan yang terlihat sederhana akan menguji kemampuan peserta secara menyeluruh.

"Power Race dibangun berdasarkan gerakan-gerakan yang hampir semua orang kenal—lari, push-up, sit-up, dan squat. Kesederhanaan inilah yang membuat format kompetisi ini begitu menarik. Namun, ketika perlombaan dimulai, para atlet akan segera menyadari bahwa keberhasilan bergantung pada lebih dari sekadar kebugaran fisik," kata Sigurd Meiche.

Selain mempertandingkan kompetisi utama, penyelenggara juga menyiapkan National Showdown sebagai bagian dari rangkaian acara. Berbagai hiburan, pengalaman interaktif bagi penonton, serta aktivitas komunitas turut dihadirkan selama penyelenggaraan.

Musim perdana Kratingdaeng Red Bull Power Race akan ditutup dengan babak final internasional di Bangkok pada 18 Oktober 2026. Ajang tersebut akan mempertemukan atlet-atlet terbaik dari Indonesia, Malaysia, Myanmar, dan Thailand dalam satu arena kompetisi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.