Bagaimana Konsepsi Paham Kebangsaan Menurut Soekarno? Kesatuan, Persatuan, dan Nasionalisme

AKURAT.CO Soekarno, sebagai salah satu tokoh proklamator dan pendiri negara Indonesia, memiliki pandangan yang mendalam tentang kebangsaan.
Konsep kebangsaan menurut Soekarno mencakup nilai-nilai yang menjadi dasar bagi persatuan dan kesatuan bangsa.
Berikut adalah penjelasan mengenai konsepsi paham kebangsaan menurut Bung Karno:
-
Kesadaran Kolektif:
- Soekarno percaya bahwa kebangsaan adalah kesadaran kolektif yang meliputi semua aspek kehidupan masyarakat, seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, dan moral.
- Kebangsaan bukan hanya tentang wilayah geografis, tetapi juga tentang identitas bersama sebagai bangsa Indonesia.
-
Pancasila sebagai Dasar Negara:
- Konsepsi paham kebangsaan menurut Soekarno lebih mengacu pada Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
- Pancasila mengandung nilai-nilai persatuan, keadilan, demokrasi, dan kemanusiaan yang menjadi landasan bagi kebangsaan.
-
Persatuan dan Kesatuan Bangsa:
- Soekarno menekankan bahwa kebangsaan haruslah mengutamakan persatuan dan kesatuan.
- Kebangsaan tidak hanya berdasarkan pada satu daerah atau etnis tertentu, tetapi mencakup seluruh wilayah dan etnis di Indonesia.
-
Nasionalisme dan Kemerdekaan:
- Pandangan kebangsaan Soekarno tumbuh sejak ia menempa pendidikan di Surabaya dan semakin berkembang selama kuliah di Bandung.
- Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) sebagai strategi mencapai kemerdekaan bangsa Indonesia.
-
Indonesia Menggugat:
- Ketika Belanda memenjarakannya karena aktivitasnya di PNI, Soekarno menulis pidato pembelaan berjudul “Indonesia Menggugat”.
- Pidato ini mengandung pandangan Soekarno tentang konsep kebangsaan dan semangat perjuangan.
Kesatuan, persatuan, dan nasionalisme menjadi inti dari konsepsi paham kebangsaan menurut Soekarno.
Ia meyakini bahwa kebangsaan hanya dapat tumbuh dan berkembang apabila nilai-nilai dasar tersebut dijunjung tinggi oleh seluruh rakyat Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







