Sifat Pendidikan yang Dikelola Perguruan Taman Siswa pada Zaman Perintis Kemerdekaan adalah Bersifat? Simak 5 Hal Berikut

AKURAT.CO Perguruan Taman Siswa, didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada tahun 1922, memainkan peran penting dalam sejarah pendidikan Indonesia.
Pada masa perintis kemerdekaan, pendidikan di Indonesia mengalami transformasi signifikan, terutama melalui upaya Perguruan Taman Siswa.
Artikel ini membahas sifat pendidikan yang dikelola oleh Perguruan Taman Siswa pada zaman perintis kemerdekaan, mencakup aspek nasionalis, kultural, demokratis, humanis, dan karakter.
Baca Juga: Nilai Kebenaran yang Menjadi Titik Tolak dalam Studi dan Praktik Pendidikan adalah? Simak 3 Hal Berikut Ini
1. Pendidikan Nasionalis
Sifat utama pendidikan di Perguruan Taman Siswa adalah nasionalis.
- Pendidikan bertujuan menanamkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air kepada siswa.
- Ki Hajar Dewantara percaya bahwa pendidikan harus mempersiapkan generasi muda untuk berjuang demi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.
- Kurikulum dirancang untuk membangkitkan kesadaran nasional dan memperkuat identitas kebangsaan.
2. Pendidikan Berbasis Kebudayaan Lokal
Pendidikan di Taman Siswa bersifat kultural, menekankan pentingnya kebudayaan lokal:
- Ki Hajar Dewantara mengajarkan bahwa pendidikan harus menghargai dan melestarikan budaya bangsa.
- Selain ilmu pengetahuan umum, kurikulum Taman Siswa mencakup seni, adat istiadat, dan bahasa lokal.
- Tujuannya adalah membentuk siswa yang memiliki karakter kuat dan berakar pada kebudayaan Indonesia.
Baca Juga: Hasil Studi Ilmu Pendidikan Bersifat Apa Saja Menurut Para Ahli? Simak 5 Hal Berikut Ini
3. Pendidikan Demokratis dan Humanis
Pendidikan di Taman Siswa bersifat demokratis dan humanis:
- Siswa dianggap sebagai subjek pendidikan, bukan objek.
- Guru berperan sebagai fasilitator, mendukung perkembangan siswa, bukan sebagai penguasa mutlak di kelas.
- Pendekatan ini mendorong pemikiran kritis, kemandirian, dan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran.
4. Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter menjadi inti pendidikan di Taman Siswa:
- Pendidikan bertujuan membentuk siswa yang memiliki nilai seperti kejujuran, kerja keras, kepedulian sosial, dan patriotisme.
- Prinsip “Tut Wuri Handayani,” yang berarti “memberi dorongan dari belakang,” menjadi landasan utama.
- Pendidikan tidak hanya mentransfer pengetahuan tetapi juga membentuk kepribadian siswa agar berintegritas.
5. Pendidikan sebagai Alat Emansipasi dan Perjuangan
Pendidikan di Taman Siswa berfungsi sebagai alat emansipasi dan perjuangan:
- Pendidikan diarahkan untuk membangkitkan kesadaran nasional dan menginspirasi rasa cinta tanah air.
- Dalam menghadapi penjajahan, Taman Siswa mempersiapkan generasi muda menjadi bagian dari pergerakan kemerdekaan Indonesia.
Kesimpulan
Pendidikan yang dikelola oleh Perguruan Taman Siswa pada masa perintis kemerdekaan bersifat nasionalis, kultural, demokratis, humanis, dan berfokus pada pendidikan karakter.
Dengan pendekatan yang menghargai kebudayaan lokal dan menekankan nilai-nilai moral, Taman Siswa membentuk generasi muda yang siap memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.
Nilai-nilai ini tetap relevan hingga kini dan menjadi inspirasi bagi sistem pendidikan Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





