Akurat
Pemprov Sumsel

Sifat Pendidikan yang Dikelola Perguruan Taman Siswa pada Zaman Perintis Kemerdekaan adalah Bersifat? Simak 5 Hal Berikut

Sultan Tanjung | 27 Desember 2024, 09:30 WIB
Sifat Pendidikan yang Dikelola Perguruan Taman Siswa pada Zaman Perintis Kemerdekaan adalah Bersifat? Simak 5 Hal Berikut

AKURAT.CO Perguruan Taman Siswa, didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada tahun 1922, memainkan peran penting dalam sejarah pendidikan Indonesia.

Pada masa perintis kemerdekaan, pendidikan di Indonesia mengalami transformasi signifikan, terutama melalui upaya Perguruan Taman Siswa.

Artikel ini membahas sifat pendidikan yang dikelola oleh Perguruan Taman Siswa pada zaman perintis kemerdekaan, mencakup aspek nasionalis, kultural, demokratis, humanis, dan karakter.

Baca Juga: Nilai Kebenaran yang Menjadi Titik Tolak dalam Studi dan Praktik Pendidikan adalah? Simak 3 Hal Berikut Ini

1. Pendidikan Nasionalis

Sifat utama pendidikan di Perguruan Taman Siswa adalah nasionalis.

  • Pendidikan bertujuan menanamkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air kepada siswa.
  • Ki Hajar Dewantara percaya bahwa pendidikan harus mempersiapkan generasi muda untuk berjuang demi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.
  • Kurikulum dirancang untuk membangkitkan kesadaran nasional dan memperkuat identitas kebangsaan.

2. Pendidikan Berbasis Kebudayaan Lokal

Pendidikan di Taman Siswa bersifat kultural, menekankan pentingnya kebudayaan lokal:

  • Ki Hajar Dewantara mengajarkan bahwa pendidikan harus menghargai dan melestarikan budaya bangsa.
  • Selain ilmu pengetahuan umum, kurikulum Taman Siswa mencakup seni, adat istiadat, dan bahasa lokal.
  • Tujuannya adalah membentuk siswa yang memiliki karakter kuat dan berakar pada kebudayaan Indonesia.

Baca Juga: Hasil Studi Ilmu Pendidikan Bersifat Apa Saja Menurut Para Ahli? Simak 5 Hal Berikut Ini

3. Pendidikan Demokratis dan Humanis

Pendidikan di Taman Siswa bersifat demokratis dan humanis:

  • Siswa dianggap sebagai subjek pendidikan, bukan objek.
  • Guru berperan sebagai fasilitator, mendukung perkembangan siswa, bukan sebagai penguasa mutlak di kelas.
  • Pendekatan ini mendorong pemikiran kritis, kemandirian, dan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran.

4. Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter menjadi inti pendidikan di Taman Siswa:

  • Pendidikan bertujuan membentuk siswa yang memiliki nilai seperti kejujuran, kerja keras, kepedulian sosial, dan patriotisme.
  • Prinsip “Tut Wuri Handayani,” yang berarti “memberi dorongan dari belakang,” menjadi landasan utama.
  • Pendidikan tidak hanya mentransfer pengetahuan tetapi juga membentuk kepribadian siswa agar berintegritas.

5. Pendidikan sebagai Alat Emansipasi dan Perjuangan

Pendidikan di Taman Siswa berfungsi sebagai alat emansipasi dan perjuangan:

  • Pendidikan diarahkan untuk membangkitkan kesadaran nasional dan menginspirasi rasa cinta tanah air.
  • Dalam menghadapi penjajahan, Taman Siswa mempersiapkan generasi muda menjadi bagian dari pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Kesimpulan

Pendidikan yang dikelola oleh Perguruan Taman Siswa pada masa perintis kemerdekaan bersifat nasionalis, kultural, demokratis, humanis, dan berfokus pada pendidikan karakter.

Dengan pendekatan yang menghargai kebudayaan lokal dan menekankan nilai-nilai moral, Taman Siswa membentuk generasi muda yang siap memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.

Nilai-nilai ini tetap relevan hingga kini dan menjadi inspirasi bagi sistem pendidikan Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.