Akurat
Pemprov Sumsel

Kunci Jawaban IPS Kelas 7 Halaman 165 Kurikulum Merdeka tentang Pemerintahan pada zaman Kerajaan Islam

Kosim Rahman | 10 Februari 2025, 18:30 WIB
Kunci Jawaban IPS Kelas 7 Halaman 165 Kurikulum Merdeka tentang Pemerintahan pada zaman Kerajaan Islam

AKURAT.CO Inilah kunci jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas 7 halaman 165 Kurikulum Merdeka tentang Pemerintahan pada zaman Kerajaan Islam.

Materi IPS Kelas 7 mencakup soal pada bab Aktivitas Individu yang terdapat di Lembar Aktivitas 16.

Siswa diminta untuk menyelesaikan soal yang ada di Lembar Aktivitas 16 mengenai Pemerintahan pada masa Kerajaan Islam.

Kunci jawaban ini disediakan sebagai referensi untuk membantu siswa belajar di rumah.

Kunci Jawaban IPS Kelas 7 Halaman 165 Kurikulum Merdeka

Baca Juga: Kunci Jawaban IPS Kelas 10 Halaman 265 Kurikulum Merdeka: Aktivitas Mandiri Bab 4 Keragaman Sosial, Budaya dan Ekonomi Masyarakat Indonesia

Lembar Aktivitas 16

Soal

1. Bagaimana corak pemerintahan, sosial dan ekonomi pada zaman perkembangan kerajaan-kerajaan Islam.

2. Identifikasi salah satu kerajaan Islam dan analisislah bagaimana berlangsungnya pemerintahan.

3. Identifikasilah salah satu tokoh Sultan dari kerajaan Islam dan analisislah bagaimana sikap beliau ketika berkuasa.

4. Refleksikan mengenai Indonesia pada masa Islam mengenai nilai-nilai moral yang kalian dapat terapkan dan lakukan dalam sehari-hari pada masa ini.

Jawaban

1. - Corak Pemerintahan: Kerajaan disebut sebagai kesultanan sehingga orang yang memimpin di masa tersebut disebut sebagai sultan yang artinya raja dalam Bahasa Arab.

Dia adalah pimpinan tertinggi dalam kesultanan.

- Corak Sosial: Sistem sosial yang dimiliki oleh kerajaan Islam tidak membedakan kasta sama sekali.

- Corak Ekonomi: Sistem ekonomi saat itu adalah perdagangan, banyak kerajaan Islam yang berlokasi di dekat pantai sehingga memudahkan kegiatan perdagangan.

2. Salah satu kerajaan Islam ialah kerajaan Demak. Kerajaan Demak dipimpin oleh beberapa raja sebelum akhirnya berakhir.

Sultan pertama kerajaan Demak adalah Raden Patah, kemudian dilanjut dengan Pati Unus yang merupakan putra Raden Patah. Keduanya menganut sistem Teokrasi.

Selanjutnya, kepemimpinan diteruskan ke Sultan Trenggana yang juga membuat Kerajaan Demak mencapai puncak kejayaannya.

Setelah Sultan Trenggana wafat, dilanjutkan dengan putranya, Sunan Prawoto.

Namun, kepemimpinan yang terakhir tidak berjalan lama karena banyaknya konflik keluarga dan perpecahan keluarga hingga menyebabkan berakhirnya kerajaan Demak.

3. Salah satu tokoh sultan kerajaan ialah Raden Patah. Ia merupakan salah satu raja dari kerajaan Demak. Di bawah pemerintahannya, kerajaan mengalami kemajuan.

Selain itu, beberapa bidang berhasil sukses dan berkembang pada masa pemerintahannya.

Hal ini dibuktikan dengan perkembangan agama Islam yang semakin luas, terjadinya peluasan dan pertahanan kerajaan yang semakin baik, serta terjalinnya kerjasama dengan para umara dan juga para ulama.

Kesuksesan lainnya dapat dilihat ketika ia berhasil melawan bangsa Portugis yang sebelumnya menguasai Malaka.

Raden Patah juga berhasil menaklukan Girindra Wardhana yang sebelumnya telah merebut tahta di Kerajaan Majapahit.

4. Nilai-nilai Moral yang terkandung:

a. menjadi pribadi yang taat beragama dan menjalankan segala perintah-Nya.

b. Mengembangkan sikap toleransi serta menghargai. Pada dasarnya dalam Islam tidak mengenal sistem kasta.

c. Menjadikan azas musyawarah untuk mufakat dalam mengambil keputusan

d. Menjaga serta memelihara masjid sebagai pusat ibadah

e. Menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh agar menambah wawasan dan pengetahuan

f. Menjaga dan mengembangkan seni budaya, seperti seni pertunjukan wayang dan seni sastra sebagai warisan budaya.

*Disclaimer:

Kunci jawaban yang disediakan dalam artikel ini hanya bertujuan sebagai referensi untuk membantu siswa dalam proses belajar di rumah.

Jawaban yang diberikan bukanlah satu-satunya cara untuk menyelesaikan soal, karena terdapat berbagai pendekatan yang bisa digunakan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.