Komisi X DPR Sambut Positif Pertemuan Presiden Prabowo dengan Rektor dan Guru Besar

AKURAT.CO Komisi X DPR RI menyambut positif inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang mengumpulkan sekitar 1.200 rektor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Pertemuan tersebut dinilai berpotensi menjadi forum strategis dalam merumuskan solusi konkret bagi persoalan pendidikan tinggi nasional, termasuk tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengatakan langkah Presiden Prabowo patut diapresiasi karena melibatkan aktor utama dalam pengembangan pendidikan tinggi.
“Langkah Presiden Prabowo ini patut diapresiasi. Rektor dan guru besar merupakan pilar utama pendidikan tinggi. Kemajuan dan kualitas perguruan tinggi sangat ditentukan oleh peran mereka,” ujar Lalu Hadrian, Jumat (16/1/2026).
Menurutnya, rektor dan guru besar memiliki posisi strategis dalam menentukan arah kebijakan dan kualitas pendidikan tinggi nasional.
Kepemimpinan akademik, gagasan, serta kebijakan yang mereka jalankan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia.
Ia menilai pertemuan tersebut menjadi momentum bagi Presiden Prabowo untuk menyampaikan visi besar pembangunan pendidikan tinggi sekaligus membuka ruang dialog yang konstruktif dengan kalangan akademisi.
Baca Juga: Strategi Menghilangkan Malas di Pagi Hari
“Melalui forum ini terjadi komunikasi dua arah. Presiden menyampaikan arah kebijakan, sementara rektor dan guru besar dapat memberikan masukan berbasis keilmuan dan pengalaman akademik di lapangan,” jelasnya.
Lalu Hadrian juga menyoroti isu biaya pendidikan tinggi yang turut dibahas dalam pertemuan tersebut.
Ia berharap ke depan biaya kuliah dapat lebih terjangkau sehingga tidak memberatkan mahasiswa dan masyarakat.
Selain itu, ia mendorong agar berbagai gagasan dan rekomendasi dari para akademisi dapat ditindaklanjuti secara konkret guna meningkatkan kualitas pendidikan tinggi nasional dan daya saing global.
Lebih lanjut, Lalu Hadrian berharap dialog antara Presiden dengan rektor dan guru besar tidak bersifat insidental, melainkan menjadi agenda rutin dalam perumusan kebijakan pendidikan tinggi jangka panjang.
“Forum seperti ini sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan, karena masukan rektor dan guru besar sangat penting dalam merumuskan kebijakan pendidikan tinggi yang berkesinambungan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









