Kenapa Kilat Terlihat Lebih Dulu daripada Suara Petir? Ini Penjelasannya

AKURAT.CO Saat hujan deras disertai badai, kita sering melihat kilat lebih dulu, lalu beberapa detik kemudian baru mendengar suara petir.
Fenomena ini sebenarnya sangat wajar dan berkaitan dengan perbedaan kecepatan cahaya dan suara.
Kilat dan Petir Terjadi Bersamaan
Kilat (cahaya) dan petir atau guntur (suara) sebenarnya terjadi dalam satu proses yang sama, yaitu pelepasan energi listrik di atmosfer.
Saat terjadi loncatan listrik yang sangat besar, udara di sekitarnya memanas dan memuai secara cepat, lalu menghasilkan suara ledakan yang kita dengar sebagai petir.
Jadi, kilat dan suara petir muncul bersamaan. Namun, keduanya tidak sampai ke indra kita dalam waktu yang sama.
Cahaya Jauh Lebih Cepat dari Suara
Perbedaan ini terjadi karena kecepatan rambat yang sangat jauh berbeda.
Cahaya bergerak dengan kecepatan sekitar 300.000 km per detik, sehingga kilat bisa langsung terlihat hampir tanpa jeda.
Sementara itu, suara hanya merambat sekitar 340 meter per detik di udara. Akibatnya, suara petir membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai telinga kita.
Baca Juga: Kisah Agus, Petugas Dapur MBG yang Tak Menyerah di Tengah Keterbatasan
Inilah yang menyebabkan kita melihat kilat lebih dulu, lalu baru mendengar suara petir beberapa detik kemudian. Semakin jauh jarak badai, semakin lama jeda yang terasa.
Kenapa Suara Petir Bisa Bergemuruh?
Tidak semua petir terdengar sebagai dentuman keras. Kadang suaranya memanjang, bergulung, atau bergemuruh. Hal ini terjadi karena beberapa faktor:
Suara memantul dari awan, bangunan, dan permukaan bumi
Jalur kilat yang panjang dan bercabang
Suara datang dari berbagai titik dengan jarak berbeda
Kondisi udara di atmosfer yang tidak stabil
Kombinasi faktor ini membuat suara petir bisa terdengar bervariasi, dari ledakan singkat hingga gemuruh panjang.
Kilat terlihat lebih dulu daripada suara petir karena cahaya bergerak jauh lebih cepat dibandingkan suara.
Kilat sampai ke mata hampir seketika, sedangkan suara membutuhkan waktu beberapa detik untuk mencapai telinga.
Fenomena ini normal dan justru bisa membantu kita memperkirakan seberapa jauh jarak badai dari posisi kita.
Baca Juga: Persebaya vs Bali United: Menang dengan 10 Pemain, Maung Jaga Selisih di Puncak
Laporan: Vidhia Ramadhanti/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










