STAI Nurul Iman Parung Bogor Gelar Wisuda ke-XV, Luluskan 449 Sarjana

AKURAT.CO Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman Parung, Bogor, menggelar Wisuda Angkatan XV Tahun Akademik 2025/2026, pada Kamis (16/4/2026) dengan suasana khidmat dan penuh rasa syukur.
Sebanyak 449 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan sebagai sarjana, enam di antaranya meraih predikat cumlaude.
Para lulusan berasal dari tiga program studi, yakni Hukum Keluarga Islam (HKI) sebanyak 169 orang, Pendidikan Bahasa Arab (PBA) 52 orang, serta Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) 228 orang. Momentum ini menjadi tonggak penting bagi para lulusan untuk melanjutkan pengabdian di tengah masyarakat.
Perwakilan wisudawan, Banu Arya, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa haru atas perjalanan akademik yang telah dilalui.
“Rasanya baru kemarin kita masuk semester awal. Kini tinggal menunggu waktu untuk kembali ke kampung halaman,” ujarnya penuh haru.
Baca Juga: Wisuda 380 Perwira Remaja, Kasad: Gelar Akademik Bukan Tujuan Akhir
Ia menekankan bahwa gelar sarjana bukan sekadar kebanggaan pribadi, tetapi tanggung jawab moral.
“Dengan bertambahnya gelar maka bertambah pula apa yang harus kita pertanggungjawabkan. Ilmu tidak untuk ditutup, tetapi untuk disebarluaskan. Kehadiran kita harus memberi solusi, bukan menambah masalah,” katanya.
Banu juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan kampus, dosen, dan khususnya kepada Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman, Dr. Hj. Umi Waheeda, S.Psi., M.Si., atas dedikasi panjangnya dalam membina dan mendidik mahasiswa yang juga santrinya.
Sementara dalam sambutannya, Umi Waheeda memberikan pesan tegas kepada para lulusan agar tidak terburu-buru kembali ke kampung halaman setelah menyelesaikan studi strata satu.
“Seperti kata Abah (red: Habib Saggaf bin Mahdi bin Syekh Abu Bakar bin Salim), santri-santri jangan langsung pulang setelah lulus S1. Ilmunya belum cukup, maka dari itu perlu mengabdi terlebih dulu selama dua tahun,” tegas perempuan yang juga pimpin 15.000 santri tersebut.
Ia menjelaskan bahwa masa pengabdian tersebut akan dibagi ke dalam tiga bidang utama, yakni pendidikan, kewirausahaan, dan kepesantrenan.
Baca Juga: Wisuda XXIV Universitas Teknologi Bandung, Lahirkan Gelombang Baru Talenta Unggul untuk Negeri
Menurut Umi, sapaan akrabnya, proses pengabdian itu penting untuk mematangkan keilmuan sekaligus membentuk karakter dan kemandirian para lulusan sebelum benar-benar terjun ke masyarakat luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






