Akurat Logo

BINUS Desain Masuk Top 2 Indonesia Versi QS 2026

Yusuf Tirtayasa | 16 Mei 2026, 17:28 WIB
BINUS Desain Masuk Top 2 Indonesia Versi QS 2026
BINUS Desain Masuk Top 2 Indonesia Versi QS 2026

AKURAT.CO BINUS University melalui School of Design berhasil meraih posisi kedua di Indonesia dalam QS World University Rankings by Subject 2026 untuk bidang Art & Design, khususnya pada indikator Employer Reputation.

Pencapaian tersebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan industri terhadap kualitas lulusan desain dari BINUS University di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif global dan transformasi teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI.

Perubahan persepsi terhadap dunia desain kini juga semakin terlihat. Jika sebelumnya desain lebih identik dengan aspek estetika, saat ini desain telah berkembang menjadi bagian penting dalam strategi bisnis modern.

Penelitian McKinsey menunjukkan perusahaan yang menjadikan desain sebagai inti operasional bisnis mampu tumbuh 32 persen lebih cepat dibanding rata-rata industri serta menghasilkan total pengembalian pemegang saham 56 persen lebih tinggi.

Di saat bersamaan, perkembangan AI generatif membuat peran desainer tidak lagi hanya berfokus pada produksi visual, tetapi juga kemampuan berpikir strategis, memimpin proses kreatif, dan mengambil keputusan berbasis kebutuhan bisnis.

Industri Kreatif Indonesia Butuh Talenta Desain Siap Kerja

Industri kreatif Indonesia sendiri tengah mengalami pertumbuhan signifikan. Sektor ini mencatat pertumbuhan PDB sebesar 6,57 persen pada 2024 dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, nilai ekspor produk kreatif Indonesia mencapai USD 26,68 miliar atau sekitar Rp434 triliun pada sepuluh bulan pertama 2025.

Kondisi tersebut mendorong kebutuhan industri terhadap talenta desain yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga mampu menerjemahkan riset pengguna menjadi solusi bisnis nyata.

Dean School of Design BINUS University, Danendro Adi menjelaskan bahwa mahasiswa didorong untuk memahami kompleksitas industri sejak awal perkuliahan.

“Kami mendidik desainer yang bisa menjelaskan mengapa sebuah keputusan kreatif akan memberikan solusi dari sebuah permasalahan, bukan hanya membuatnya terlihat bagus,” ujar Danendro Adi.

Menurutnya, pendekatan pembelajaran berbasis proyek atau project-based learning menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja kreatif modern.

Mahasiswa School of Design BINUS University tidak hanya mempelajari teknik visual, tetapi juga mengerjakan proyek nyata dari klien industri, mulai dari desain identitas visual, antarmuka pengguna, produksi animasi, hingga proyek kolaborasi lintas disiplin.

Employer Reputation Jadi Jawaban Kekhawatiran Orang Tua

Peringkat kedua Indonesia pada indikator Employer Reputation di QS 2026 juga dinilai menjadi jawaban atas kekhawatiran banyak orang tua terkait prospek karier jurusan desain.

Indikator Employer Reputation mengukur tingkat kepercayaan perusahaan dan rekruter global terhadap kualitas lulusan suatu universitas berdasarkan survei internasional.

Posisi tersebut menunjukkan lulusan School of Design BINUS University menjadi salah satu yang paling dipercaya industri kreatif untuk langsung berkontribusi di dunia kerja.

Selain kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan industri, BINUS University juga menghadirkan integrasi AI dalam proses pembelajaran agar mahasiswa lebih siap menghadapi kebutuhan industri kreatif global.

Perjalanan karier mahasiswa turut diperkuat melalui BINUS Career Center yang membuka akses langsung ke perusahaan dan peluang kerja sebelum mahasiswa lulus.

Danendro Adi menegaskan bahwa kepercayaan industri tidak bisa dibangun secara instan.

“Kepercayaan industri tidak bisa dibeli dengan kampanye. Ia dibangun dari kualitas lulusan yang terbukti, tahun demi tahun,” jelas Danendro Adi.

Berdasarkan data internal BINUS University, sekitar 80,1 persen lulusan sarjana BINUS telah bekerja saat kelulusan, baik di perusahaan global maupun membangun bisnis kreatif sendiri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.