Akurat Logo

BINUS Jadi Tuan Rumah QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026 di Bali

Andi Syafriadi | 1 Juli 2026, 15:55 WIB
BINUS Jadi Tuan Rumah QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026 di Bali
BINUS University akan menjadi tuan rumah QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026 di Bali yang mempertemukan lebih dari 1.000 pemimpin pendidikan tinggi dari berbagai negara.

AKURAT.CO BINUS University akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026, forum pendidikan tinggi berskala internasional yang dijadwalkan berlangsung pada 3-5 November 2026 di Bali International Convention Centre.

Forum tersebut diperkirakan dihadiri lebih dari 1.000 delegasi dari berbagai negara, mulai dari pimpinan perguruan tinggi, perwakilan pemerintah, hingga pelaku industri.

Rencana penyelenggaraan forum tersebut diumumkan melalui konferensi pers bertajuk Road to QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 yang digelar di kampus BINUS @Alam Sutera, Tangerang.

Baca Juga: Cari Kost Aman untuk Mahasiswa Baru BINUS dan UNTAR? Cek Rekomendasi Dekat Kampus dengan Aturan Tegas yang Bikin Orang Tua Tenang

Forum tahun depan mengusung tema "Advancing Education for Purpose and Impact", yang menyoroti peran perguruan tinggi dalam menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, industri, dan pembangunan nasional di tengah perubahan global yang berlangsung cepat.

President of BINUS Higher Education, Stephen Wahyudi Santoso, mengatakan kepercayaan kepada BINUS sebagai tuan rumah menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan perkembangan ekosistem pendidikan tinggi nasional di tingkat internasional.

Menurutnya, penyelenggaraan forum tersebut bukan hanya menjadi pencapaian bagi BINUS, tetapi juga membuka ruang bagi Indonesia untuk memperkuat kolaborasi global di bidang pendidikan tinggi.

"Melalui forum ini, Indonesia memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa pendidikan tinggi nasional terus berkembang dan siap berkolaborasi dengan berbagai institusi dunia," ujarnya pada saat konferensi pers bersama media di Kampus Binus Alam Sutera, Tangerang Selatan, Rabu (1/7/2026).

Penyelenggaraan QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 juga bertepatan dengan peringatan 45 tahun BINUS University.

Senada dengan Stephen, Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., mengatakan tema yang diangkat dalam forum tersebut sejalan dengan upaya perguruan tinggi dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menilai tantangan pendidikan tinggi saat ini tidak lagi sebatas menghasilkan lulusan yang kompeten, melainkan juga membangun jejaring, memperkuat kolaborasi lintas negara, serta mendorong lahirnya inovasi yang berdampak.

"Perkembangan pendidikan tinggi akan semakin kuat jika didukung dialog terbuka, kolaborasi, dan kemitraan internasional," kata Nelly.

Pemilihan Indonesia sebagai lokasi penyelenggaraan dinilai mencerminkan meningkatnya perhatian dunia terhadap perkembangan pendidikan tinggi di kawasan Asia Pasifik. Sementara Bali dipilih karena telah memiliki pengalaman sebagai tuan rumah berbagai forum internasional.

Baca Juga: UPH dan Binus Berbagi Gelar di Final Campus League 2026 Regional Jakarta, Berikut Daftar Tim yang Lolos ke Fase Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Regional Partnership Director QS, E Way Chong, menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk mengambil peran lebih strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi di kawasan. Menurutnya, jumlah penduduk usia muda yang besar serta semakin berkembangnya institusi pendidikan menjadi modal penting bagi Indonesia.

Ia juga menyebut pengalaman BINUS selama 45 tahun dalam mengembangkan pendidikan tinggi menjadi salah satu alasan universitas tersebut dinilai siap menjadi mitra penyelenggara forum internasional tersebut.

BINUS sendiri saat ini tercatat sebagai universitas swasta terbaik di Indonesia berdasarkan QS World University Rankings 2027. Capaian tersebut menjadi salah satu modal bagi perguruan tinggi tersebut untuk memperluas kolaborasi internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan pendidikan tinggi global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.