BINUS Jadi Tuan Rumah QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026 di Bali

AKURAT.CO BINUS University akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026, forum pendidikan tinggi berskala internasional yang dijadwalkan berlangsung pada 3-5 November 2026 di Bali International Convention Centre.
Forum tersebut diperkirakan dihadiri lebih dari 1.000 delegasi dari berbagai negara, mulai dari pimpinan perguruan tinggi, perwakilan pemerintah, hingga pelaku industri.
Rencana penyelenggaraan forum tersebut diumumkan melalui konferensi pers bertajuk Road to QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 yang digelar di kampus BINUS @Alam Sutera, Tangerang.
Forum tahun depan mengusung tema "Advancing Education for Purpose and Impact", yang menyoroti peran perguruan tinggi dalam menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, industri, dan pembangunan nasional di tengah perubahan global yang berlangsung cepat.
President of BINUS Higher Education, Stephen Wahyudi Santoso, mengatakan kepercayaan kepada BINUS sebagai tuan rumah menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan perkembangan ekosistem pendidikan tinggi nasional di tingkat internasional.
Menurutnya, penyelenggaraan forum tersebut bukan hanya menjadi pencapaian bagi BINUS, tetapi juga membuka ruang bagi Indonesia untuk memperkuat kolaborasi global di bidang pendidikan tinggi.
"Melalui forum ini, Indonesia memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa pendidikan tinggi nasional terus berkembang dan siap berkolaborasi dengan berbagai institusi dunia," ujarnya pada saat konferensi pers bersama media di Kampus Binus Alam Sutera, Tangerang Selatan, Rabu (1/7/2026).
Penyelenggaraan QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 juga bertepatan dengan peringatan 45 tahun BINUS University.
Senada dengan Stephen, Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., mengatakan tema yang diangkat dalam forum tersebut sejalan dengan upaya perguruan tinggi dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menilai tantangan pendidikan tinggi saat ini tidak lagi sebatas menghasilkan lulusan yang kompeten, melainkan juga membangun jejaring, memperkuat kolaborasi lintas negara, serta mendorong lahirnya inovasi yang berdampak.
"Perkembangan pendidikan tinggi akan semakin kuat jika didukung dialog terbuka, kolaborasi, dan kemitraan internasional," kata Nelly.
Pemilihan Indonesia sebagai lokasi penyelenggaraan dinilai mencerminkan meningkatnya perhatian dunia terhadap perkembangan pendidikan tinggi di kawasan Asia Pasifik. Sementara Bali dipilih karena telah memiliki pengalaman sebagai tuan rumah berbagai forum internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Regional Partnership Director QS, E Way Chong, menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk mengambil peran lebih strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi di kawasan. Menurutnya, jumlah penduduk usia muda yang besar serta semakin berkembangnya institusi pendidikan menjadi modal penting bagi Indonesia.
Ia juga menyebut pengalaman BINUS selama 45 tahun dalam mengembangkan pendidikan tinggi menjadi salah satu alasan universitas tersebut dinilai siap menjadi mitra penyelenggara forum internasional tersebut.
BINUS sendiri saat ini tercatat sebagai universitas swasta terbaik di Indonesia berdasarkan QS World University Rankings 2027. Capaian tersebut menjadi salah satu modal bagi perguruan tinggi tersebut untuk memperluas kolaborasi internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan pendidikan tinggi global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








