Akurat Logo

Apa Itu Rumah Hijau dan Perbedaannya Dibanding Rumah Biasa? Ini Penjelasannya!

Redaksi Akurat | 25 Mei 2026, 23:15 WIB
Apa Itu Rumah Hijau dan Perbedaannya Dibanding Rumah Biasa? Ini Penjelasannya!
Rumah Hijau

AKURAT.CO Dalam beberapa tahun terakhir, konsep rumah hijau semakin populer di kalangan masyarakat modern yang peduli terhadap lingkungan.

Namun, masih banyak yang belum memahami secara mendalam apa itu rumah hijau dan apa perbedaan rumah hijau dan rumah biasa. Berikut penjelasannya!

Baca Juga: Cara Memeriksa Nilai NJOP Sebelum Membeli Rumah, Bisa Online dan Secara Langsung

Apa Itu Rumah Hijau?

Rumah hijau biasanya dikenal dengan rumah yang ramah lingkungan. Dilansir dari laman website Desa Cikoneng, hunian ini dirancang dan memiliki konsep ramah lingkungan, sehingga memiliki tujuan untuk mengurangi dampak negatif bangunan terhadap lingkungan sekitar dan bermanfaat untuk kesehatan penghuninya. 

Ciri-ciri Rumah Hijau 

Dirangkum dari Rumah 123, berikut tujuh ciri-ciri dari rumah hijau:

Desain Menyesuaikan dengan Alam

Rumah hijau menyesuaikan arah cahaya dan angin, bukan sekadar tampil modern atau minimalis. Posisi jendela dan pintu yang tepat membuat udara lebih sejuk dan alami.

Bahan Bangunan Ramah Alam 

Dalam rumah hijau, biasanya menggunakan material yang bisa didaur ulang atau alami, seperti bambu, kayu, tanah padat, atau batu bata ekologis. Rumah ini menghindari bahan yang mencemari lingkungan.

Pengelolaan Sampah dan Air Terencana

Rumah ramah lingkungan punya sistem limbah dan drainase yang baik, sehingga sampah diolah dengan benar dan air tidak mencemari lingkungan.

Energi Terbarukan

Mengandalkan panel surya atau sumber energi hijau lain membantu mengurangi ketergantungan listrik konvensional dan lebih hemat biaya.

Ada Ruang Hijau Meski Kecil

Taman di halaman atau halaman vertikal cukup untuk meningkatkan kualitas udara dan memperlancar resapan air. Tidak harus besar, yang penting ada tanaman hijau.

Peralatan Hemat Energi

Alat elektronik berdaya rendah, termasuk AC, mengurangi konsumsi listrik. Penempatan yang tepat membuat penggunaan energi lebih efisien.

Gaya Hidup Penghuninya

Rumah hijau tercermin dari kebiasaan sehari-hari dari penghuninya sendiri, seperti memilih transportasi ramah lingkungan atau mengelola sampah dengan bijak.

Baca Juga: Dorong Energi Terbarukan, Pemerintah Segera Lelang 6 Proyek PSEL dari Medan hingga Surabaya

Perbedaan Rumah Hijau dan Rumah Biasa 

Desain Bangunan

Perbedaan bangunan hijau dan tradisional terlihat sejak tahap desain. Bangunan tradisional lebih fokus pada biaya dan kenyamanan saja, sehingga lebih murah namun kurang ramah lingkungan.

Sementara rumah hijau memperhatikan kenyamanan penghuni, dampak lingkungan, dan efisiensi biaya jangka panjang, sehingga biasanya lebih mahal untuk dibangun. 

Material Bangunan

Perbedaan juga ada di penggunaan material bangunan, rumah biasa sering memakai material yang tidak ramah lingkungan, misalnya kayu dari hutan alami. Sementara rumah hijau memanfaatkan bahan berkelanjutan seperti bambu, material daur ulang, dan cat non-toksik.

Penggunaan Air

Rumah biasa cenderung menyedot banyak air, terutama untuk tanaman. Akan tetapi, rumah hijau justru mengandalkan peralatan dan desain hemat air, termasuk lansekap yang minim penggunaan air.

Penggunaan Energi

Rumah biasa cenderung boros energi karena insulasi minim, jendela tunggal, dan sistem pemanas/pendingin yang tidak efisien. Sebaliknya, rumah hijau menggunakan jendela ganda, insulasi baik, dan sistem hemat energi sehingga mengurangi konsumsi listrik dan jejak karbon.

Pengelolaan Limbah

Rumah biasa menghasilkan banyak limbah konstruksi dan rumah tangga. Tapi, rumah hijau dirancang untuk meminimalkan limbah, misalnya melalui penggunaan material daur ulang, pengomposan, dan produk yang mudah terurai.

Keuntungan Memiliki Rumah Hijau

Hemat Energi

Rumah hijau dirancang efisien sehingga tagihan listrik dan energi bulanan bisa lebih rendah, menghemat biaya jangka panjang.

Ramah Lingkungan 

Rumah hijau membantu mengurangi polusi, menghemat air dan energi, serta meminimalkan limbah, sehingga berperan aktif dalam melindungi lingkungan.

Udara Lebih Sehat

Material ramah lingkungan membantu mengurangi polusi dalam rumah, membuat udara lebih bersih dan nyaman untuk pernapasan keluarga.

Nilai Properti Meningkat

Rumah ramah lingkungan semakin diminati, sehingga harganya cenderung naik lebih cepat dibanding rumah konvensional, memberi potensi keuntungan investasi.

Rumah hijau menawarkan banyak keuntungan dibanding rumah biasa, mulai dari efisiensi energi, penghematan air, material ramah lingkungan, hingga kualitas udara yang lebih sehat.

Meskipun biaya awal pembangunan biasanya lebih tinggi, rumah hijau terbukti lebih hemat dan bernilai tinggi dalam jangka panjang, sekaligus berkontribusi pada pelestarian lingkungan.

Memilih rumah hijau berarti berinvestasi untuk kenyamanan, kesehatan, dan keberlanjutan bumi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R