Bagaimana Cara Memahami Phrasal Verb dalam Percakapan Bahasa Inggris

AKURAT.CO Bagi banyak pelajar bahasa Inggris, phrasal verb sering menjadi tantangan.
Hal ini karena artinya tidak selalu bisa ditebak dari kata dasarnya.
Lalu, bagaimana cara memahami phrasal verb dalam percakapan agar lebih mudah digunakan sehari-hari? Yuk, simak penjelasan lengkapnya.
Baca Juga: Kenapa Anak Lebih Cepat Jago Bahasa Inggris Dibanding Orang Dewasa?
Apa Itu Phrasal Verb?
Phrasal verbs adalah bentuk kata kerja yang tersusun dari dua sampai tiga yang membentuk makna baru. Unsur pertama berupa kata kerja, sedangkan unsur berikutnya bisa berupa adverb atau preposition.
Contoh:
Give up : menyerah
Look after: mengurus
Pick up: menjemput atau mempelajari sesuatu
Artinya sering berbeda jauh dari arti kata aslinya. Inilah sebabnya phrasal verb perlu dipahami dalam konteks percakapan.
Jenis-jenis Phrasal Verb
Phrasal verb dapat dibagi berdasarkan transitivitas (apakah membutuhkan objek langsung atau tidak) dan separability (apakah objek bisa dipisahkan dari frasa atau tidak).
Transitivity
Transitive Phrasal Verb
Jenis ini membutuhkan objek langsung. Letak objek bisa ditempatkan setelah keseluruhan frasa kerja, atau disisipkan di antara kata kerja dan partikelnya. Contoh: He put his jacket on.
Intransitive Phrasal Verb
Berbeda dengan transitive, tipe ini tidak memerlukan objek langsung. Misalnya pada kalimat: The kids woke up early.
Separability
Separable Phrasal Verb
Pada jenis ini, objek dapat ditempatkan fleksibel: baik setelah phrasal verb maupun di tengah antara verb dan partikelnya. Contoh: She wrote the number down
Inseparable Phrasal Verb
Untuk tipe ini, objek harus diletakkan setelah phrasal verb secara utuh, sehingga verb dan partikel tidak bisa dipisahkan. Contoh: We’re looking after the baby.
Baca Juga: Dorong Daya Saing Global, Guru di Sekolah Garuda Harus Bisa Bahasa Inggris
Bagaimana Cara Memahami Phrasal Verb dalam Percakapan?
Melihatnya dalam Konteks
Coba untuk memperhatikan phrasal verb saat membaca, mendengarkan lagu, menonton video, atau berbicara dengan seseorang. Hal ini akan membantu memahami maknanya, mengetahui bagaimana cara menggunakannya, serta lebih mudah untuk diingat.
Dengan melihatnya dalam konteks, kita akan lebih mudah untuk mengetahui bagaimana kata tersebut digunakan dalam sebuah konteks.
Catat Setiap Menemukan Phrasal Verb Baru
Setiap kali menemukan phrasal verb yang belum dikenal, sebaiknya segera dicatat. Tuliskan bentuk phrasal verb, arti, serta contoh kalimatnya.
Akan lebih efektif jika ditambahkan contoh kalimat buatan sendiri agar lebih mudah diingat dan dipahami dalam konteks percakapan nyata.
Penggunaan kamus online juga sangat membantu untuk mengetahui arti sekaligus contoh penggunaannya.
Dengan cara ini, phrasal verb tidak hanya dipahami maknanya, tetapi juga diketahui cara penerapannya secara tepat.
Kelompokkan Phrasal Verb
Akan jadi lebih efektif jika phrasal verb dikelompokkan berdasarkan topik (misalnya perjalanan, pekerjaan, hubungan, kesehatan). Dengan cara ini, phrasal verb lebih mudah diingat.
Latihan Secara Teratur dan Aktif
Phrasal verb harus digunakan secara aktif agar benar-benar melekat dalam pikiran. Caranya bisa dengan latihan soal, menggunakan phrasal verb dalam percakapan, membuat cerita dengan phrasal verb, dan lain sebagainya.
Gunakan Active Recall dan Spaced Repetition
Metode belajar ini sangat efektif untuk mengingat phrasal verb. Active recall berarti berusaha mengingat kembali arti dan penggunaan phrasal verb tanpa melihat catatan, sedangkan spaced repetition adalah mengulang materi dalam jeda waktu tertentu. Misalnya, menuliskan beberapa phrasal verb baru, lalu mengujinya kembali setelah satu hari, tiga hari, hingga satu minggu.
Perhatikan Partikel dan Preposisi
Partikel dan preposisi dalam phrasal verb sering kali menjadi kunci perbedaan makna. Satu kata kerja dasar dapat memiliki arti yang sangat berbeda ketika dipasangkan dengan partikel tertentu. Misalnya, look up berarti mencari informasi, look after berarti merawat, sementara look forward to berarti menantikan sesuatu.
Dengan memperhatikan pasangan kata kerja dan partikelnya, pemahaman makna dalam percakapan menjadi lebih tepat.
Memahami phrasal verb jadi lebih mudah jika belajar lewat konteks, rutin mencatat, berlatih aktif, serta memperhatikan partikel dan preposisinya.
Dengan cara tersebut, phrasal verb bisa lebih cepat dipahami dan digunakan secara tepat dalam percakapan sehari-hari.
Shera Amalia Ghaitsa (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






