Matahari Buatan China Terbuat dari Apa? Ini Cara Kerja, Fungsi, dan Bedanya dengan Matahari Asli

AKURAT.CO Proyek "matahari buatan" China kembali menjadi sorotan setelah pemerintah negara tersebut menargetkan pembangkit listrik pertama berbasis energi fusi nuklir dapat beroperasi sekitar tahun 2030. Perkembangan ini membuat banyak orang penasaran, termasuk mengenai apa sebenarnya matahari buatan itu, terbuat dari apa, dan mengapa disebut sebagai salah satu teknologi energi paling menjanjikan di dunia.
Berbeda dengan namanya, matahari buatan bukanlah bola api raksasa seperti Matahari yang berada di tata surya. Teknologi ini merupakan reaktor fusi nuklir yang dirancang untuk meniru proses pembentukan energi yang terjadi di inti Matahari.
Lantas, matahari buatan China terbuat dari apa dan bagaimana cara kerjanya?
Baca Juga: Fantastis! Segini Nilai 74 Kg Emas yang Ditemukan Polisi di Brankas Rahasia Sentul
Matahari Buatan China Terbuat dari Apa?
Matahari buatan China merupakan reaktor fusi nuklir yang dikenal dengan nama Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST). Reaktor ini terdiri atas berbagai komponen berteknologi tinggi yang dirancang untuk menciptakan kondisi ekstrem agar reaksi fusi dapat berlangsung.
Salah satu komponen terpenting adalah magnet superkonduktor. Magnet ini berfungsi membentuk medan magnet yang sangat kuat untuk menahan plasma bersuhu sangat tinggi agar tetap berada di tengah ruang vakum dan tidak menyentuh dinding reaktor.
Selain magnet, reaktor juga dilengkapi ruang vakum, sistem pendingin kriogenik, perangkat pemanas plasma, serta berbagai sensor yang mampu mengendalikan kondisi reaksi secara presisi.
Sementara itu, bahan bakar utama reaktor fusi umumnya menggunakan dua isotop hidrogen, yaitu deuterium dan tritium. Kedua unsur tersebut dipanaskan hingga berubah menjadi plasma bersuhu lebih dari 100 juta derajat Celsius sehingga inti atomnya dapat bergabung dan menghasilkan energi dalam jumlah sangat besar.
Mengapa Disebut Matahari Buatan?
Istilah "matahari buatan" muncul karena reaktor ini meniru proses yang terjadi di dalam inti Matahari.
Di Matahari, atom-atom hidrogen terus bergabung menjadi helium melalui reaksi fusi. Proses tersebut menghasilkan cahaya dan panas yang dipancarkan ke seluruh tata surya.
China mencoba mereplikasi mekanisme tersebut di dalam laboratorium menggunakan teknologi reaktor fusi. Karena meniru cara Matahari menghasilkan energi, proyek EAST kemudian dijuluki sebagai matahari buatan.
Namun, teknologi ini bukan untuk menciptakan Matahari baru, melainkan sebagai upaya menghasilkan sumber energi bersih yang dapat dimanfaatkan manusia.
Bagaimana Cara Kerja Matahari Buatan China?
Proses kerja reaktor fusi diawali dengan memasukkan bahan bakar berupa isotop hidrogen ke dalam ruang vakum.
Gas tersebut kemudian dipanaskan menggunakan berbagai teknologi hingga berubah menjadi plasma dengan suhu lebih dari 100 juta derajat Celsius.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









