Ganjar-Mahfud Mulai Pasang Kuda-kuda Lawan Nepotisme

AKURAT.CO Pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD mulai pasang kuda-kuda melawan nepotisme. Putusan MK yang kontroversial dan terkesan dipaksakan untuk meloloskan Gibran Rakabuming menjadi cawapres menjadi titik rawan yang perlu disuarakan melalui kampanye antinepotisme.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai, duet Ganjar-Mahfud bakal berkomitmen melawan nepotisme sekaligus menjaga amanat reformasi. Narasi ini menjadi bagian dari strategi pemenangan pada Pilpres 2024.
“Karena di tengah-tengah persoalan terkait dengan demokrasi, persoalan terkait dengan apa yang terjadi di MK, politik nepotisme, Pak Ganjar dan Prof Mahfud menghadirkan suatu komitmen di dalam memegang teguh amanat reformasi dan kemudian memastikan bagaimana jalan Indonesia unggul, melalui gerak cepat kepemimpinan Pak Ganjar dan Prof Mahfud,” kata Hasto, di Gedung High End, MNC Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (1/11/2023).
Baca Juga: NCW Duga Ada Kolusi Dan Nepotisme Ala Dinasti Jokowi
Menurutnya, situasi politik terakhir menandakan adanya ancaman terhadap demokrasi. Maka TPN GM turut menyoroti perkembangan sambil memformulasikan strategi pemenangan.
Rapat TPN kali ini tidak dihadiri seluruh ketum partai pendukung dari PDIP, PPP, Perindo dan Hanura. Selain Hasto, rapat dihadiri Wakil Ketua TPN sekaligus Eks Wakapolri Komjen Pol (Purn) Gatot eddy, Sekjen Partai Perindo Tuan Guru Bajang (TGB), dan Deputi Politik TPN Andi Widjajanto.
“Jadi rapat TPN hari ini dipimpin langsung oleh Pak Arsjad Rasjid, dan juga beberapa deputi yang langsung mengintegrasikan seluruh aspek-aspek strategis pemenangan Pak Ganjar Prof Mahfud, yang memang mendapat respons yang sangat luas,” kata Hasto.
Baca Juga: Satpol PP Bersihkan Baliho PDIP, Ganjar Pertanyakan Netralitas
Menurut Hasto, pasangan calon yang diusung dikenal tidak hanya dari kompetensi, dan track record, tetapi juga pengalaman yang luas dalam memimpin institusi negara. Ganjar punya pengalaman di eksekutif dan legislatif, sedangkan Mahfud lebih lengkap lagi karena memiliki pengalaman panjang pada bidang yudikatif.
“Gerak pemenangan baik di udara di darat, maupun juga penggalangan khusus berdasarkan wilayah-wilayah strategis itu semakin di mantapkan,” ujar dia.
Baca Juga: PPP: Terima Kenyataan, Jokowi Tak Dukung Ganjar-Mahfud
Hasto juga menilai duet Ganjar-Mahfud mendapat banyak dukungan dari masyarakat, cendekiawan, budayawan, dan para intelektual yang resah terhadap situasi demokrasi di Tanah Air.
“Jadi semakin terkonsolidasi antara parpol dan juga partisipasi masyarakat secara langsung, yang rata-rata melakukan banyak dukungan dari kalangan cendikiawan, budayawan, dari para intelektual yang begitu gelisah terkait demokrasi saat ini,” tutup Hasto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








