Akurat
Pemprov Sumsel

Semangat Hari Ibu Ada Pada Program Prabowo-Gibran

Arief Rachman | 22 Desember 2023, 19:31 WIB
Semangat Hari Ibu Ada Pada Program Prabowo-Gibran

AKURAT.CO Peringatan Hari Ibu di Indonesia diperingati setiap 22 Desember mengacu pada pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia I yang terselenggara pada 22-25 Desember 1928 di DI Yogyakarta, tepatnya Ndalem Joyodipuran-sekarang Gedung tersebut digunakan Kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional yang terletak di Jalan Brigjen Katamso, Yogyakarta.

Lalu, ditetapkan sebagai Hari Ibu setiap 22 Desember pada Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung, Jawa Barat dengan diperkuat secara Konstitusi melalui Dekrit Presiden RI No.316 Tahun 1953.

Hari perempuan 22 Desember 2023 ini dengan mengabil tema “PEREMPUAN BERDAYA
INDONESIA MAJU”, tema tersebut menggambarkan bagaiamana upaya posisi perempuan mencapai sebagaimana tujuan kemerdekaan Indonesia.

Tujuan kemerdekaan Indonesia agar setiap warga negara tanpa mebedakan suku, agama, ras dan gender mendapatkan hak-haknya secara setara, pengakuan atas kesetaraan itu dibeberapa negara membawa banyak kemajuan di antaranya perempuan dalam kesetaraan hak, akses dan kewajiban warga negara sejak Kongres Perempuan Indonesia Oktober 1928.

Baca Juga: Ikut Debat Perdana, Mahfud Dapat Arahan dari Megawati

Sebagaimana kita ketahuai pascacovid-19, perempuan mengalamai dampak ketidakpastian global, ekonomi dan ketangguhan kewirausahaan pada revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan seharusnya tumbuhnya ekonomi digital.

Pada situasi yang sama kepemimpinan perempuan menghadapi situasi sosial, ekonomi dan politik menuju Pemilu 2024 sepanjang 2023 kita melihat berbagai upaya dalam gerakan perempuan dalam meningkatkan perlindungan dan menjadikan perempuan lebih berdaya.

Dalam pertemuan G20 di Bali diakui sangat penting meningkatkan peran perempuan dalam ekonomi digital, usaha mikro kecil dan menengah, dan kepemimpinan.

Dalam Indeks Kesenjangan Gender Global (GGGI) Indonesia sebesar 0,697 poin pada 2023, skor indeks tersebut tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya. Indonesia naik ke peringkat 87 dari 146 negara di dunia pada 2023 setelah pada tahun lalu Indonesia menempati pada urutan ke-92 secara global.

Baca Juga: Pulang Kerja, Prabowo Blusukan ke Kampung Empang Serap Aspirasi Warga

Dalam skor GGGI Indonesia didasarkan 4 dimensi yaitu pertama, pencapaian Pendidikan yang dimiliki Indonesia sebesar 0,972 poin tahun 2023, skor tersebut menunjukkan bahwa kesetaraan gender sektor Pendidikan Indonesia sudah seimbang.

Kedua, dimensi Kesehatan dan kelangsungan hidup Indonesia memiliki skor 0,970 poin tahun 2023 menandakan bahwa Indonesia mencapai keseimbangan antar gender.

Ketiga, dimensi partisipasi dan peluang ekonomi bahwa Indonesia memiliki skor 0,666 poin tahun 2023. Keempat, dimensi pemberdayaan politik Indonesia menjadi paling rendah 0,181 poin tahun 2023 (2023, World Ecomic Forum).

Maka pekerjaan rumah dari setiap paslon pada Pilpres 2024 harus mempunyai program yang
menjaga skor GGI pada dimensi sektor pendidikan, kesehatan dan kelangsungan Hidup dan dimensi partisipasi dan peluang ekonomi harus seimbang. Sedangkan, dimensi pemberdayaan politik skornya harus dinaikkan.

Pemberdayaan peran politik perempuan ini sesungguhnya tidak hanya sebagai pemenuhan program pada kampanye pilihan presiden 2024 ini, tetapi juga bagaimana membangun Indonesia emas 2045, dalam segala lini tidak ada ketimpangan gender.

Keterwakilan perempuan dalam politik tidak lagi hanya berhenti pada pemenuhan kuota tetapi dapat menjadi individu politik yang dapat memangku kebijakan dan membuat keputusan dalam kebijakan publik.

Baca Juga: Demokrasi Indonesia Berjalan Tanpa Nilai

Saya menganalisa program yang serius berkonsentrasi dari ketiga paslon pada Pilpres 2024 ini adalah pasangan Prabowo-Gibran seperti program gizi untuk ibu hamil, program pemeriksaan Kesehatan gratis dan mengusulkan kepada Mas Gibran agar perempuan ikut serta berperan aktif dalam ranah politik ketika mas Gibran mejadi Wakil Presiden RI tepilih nanti, sebagai melanjutkan program Bapak Jokowi.

Program-program yang mengarah langsung terhadap peningkatan pemberdayaan perempuan ini bahkan sudah difikirkan sejak anak didalam kandungan oleh pasangan Prabowo-Gibran demi kelahiran generasi yang sehat dan cerdas, sehingga Ketika kita merayakan Kembali hari ibu kedepan tidak ada lagi perempuan yang tertinggal karena kemiskinannya.

-----

Penulis: Wella Megarani, Sekretaris Jenderal Beta Gibran

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.