Penganiayaan Relawan Ganjar, Pengamat Minta Tiga Paslon Bahas Peran TNI-Polri di Debat Capres

AKURAT.CO Jelang sepekan menuju debat kedua untuk calon presiden, pengamat politik dari Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menilai, ketiga paslon diharapkan membahas peran TNI dalam pertahanan di era saat ini, serta keterlibatan mereka dalam memertahankan keamanan.
Harapan tersebut lantaran berkaca pada kasus penganiayaan oleh sejumlah oknum TNI kepada relawan dan simpatisan pasangan calon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Baca Juga: Relawan Ganjar-Mahfud Dianiaya Oknum TNI, Ganjar Ingatkan Aparat Jangan Semena-mena
Maka dari itu, Ray meminta setidaknya debat capres nanti, akan dibahas mengenai peran TNI-Polri, yang kini dipertanyakan mengenai netralitasnya.
“Mendorong para capres untuk membahas peran TNI dalam pertahanan kekinian, dan keterlibatan mereka di dalam penegakan keamanan, sebagaimana cukup lazim terjadi di era presiden Jokowi,” kata Ray, kepada Akurat.co, di Jakarta, Senin (1/12/2023).
“Saat yang sama, membahas mengenai reformasi institusi polri yang akhir-akhir ini cukup banyak diperbincangkan oleh publik, dalam debat kedua capres tanggl 7 Januari 2024 yang akan datang,” sambungnya.
Tak kalah penting, menurut dia, pembahasan poin tersebut dalam debat dapat mengajak masyarakat Indonesia memahami sejauh mana desain pertahanan yang akan dimiliki di masa depan, khususnya lima tahun mendatang.
“Termasuk hubungan TNI-Polri. Apakah polri misalnya tidak lagi berada di bawah presiden. Dan untuk melihat apakah ada yang berencana menjadikan kembali Kepolisian RI sebagai bagian dari TNI,” pungkas Ray.
Baca Juga: Debat Soal Pertahanan, Ganjar Siap Ladeni Prabowo
Seperti diketahui, debat kedua untuk capres akan dilaksanakan pekan depan, yakni 7 Januari 2024, dengan tema pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik.
Belum diinformasikan dimana debat akan berlangsung, namun, MNC Group, yakni MNC TV, iNews TV, RCTI, dan GTV akan menjadi stasiun penyiaran penyelenggaraan debat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









