Akurat
Pemprov Sumsel

Tampik Istimewakan Gibran, Bahlil Janji Kasih Data ke Semua Capres-Cawapres Sesuai Perintah Jokowi

Atikah Umiyani | 1 Januari 2024, 13:52 WIB
Tampik Istimewakan Gibran, Bahlil Janji Kasih Data ke Semua Capres-Cawapres Sesuai Perintah Jokowi
 
AKURAT.CO Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia mengaku siap membuka data kepada seluruh kontestan Pilpres 2024. Ia menyebut data yang berkaitan dengan investasi itu siap diberikan jika dibutuhkan oleh capres dan cawapres yang bersaing.
 
Bahlil menegaskan, dirinya sama sekali tidak memberi perlakuan khusus ke cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka. Ia mengaku akan berdiskusi dan memberi data ke siapa saja, sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.
 
"Saya berdiskusi bukan hanya ke Mas Gibran, semua capres atau cawapres yang minta data ke saya, saya pasti kasih. Perintah presiden, harus dibuka," kata Bahlil dikutip dari Info A1 Kumparan, Senin (1/1/2024).
 
"Tidak ada khusus (ke Gibran), harus semuanya, kalau ada capres cawapres yang mau diskusi sama saya, mau minta data, saya akan kasih," sambungnya.
 
 
Kendati demikian, Bahlil mengakui secara pribadi dirinya mendukung paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Ia juga mengaku tidak masuk dalam struktur Tim Kampanye Nasional (TKN), sekalipun telah memberikan dukungan.
 
"Saya di TKN tidak masuk dalam struktur, tapi saya punya positioning politik pribadi, saya punya preferensi untuk mendukung Mas Gibran dan Pak Prabowo," ucapnya.
 
 
Bahlil mengatakan, dukungannya ini tidak melanggar aturan apapun. Karena ia tetap memiliki hak politik sebagai masyarakat sipil, dan kegiatan politik itu tidak dilakukan selama jam kerja sebagai menteri.
 
"Saya kan punya hak politik dong, terkecuali saya TNI-Polri tidak boleh, saya kan sipil, tapi saya menjalankan itu tidak pada jam-jam kerja," pungkasnya.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
R