Meutya Hafid Sebut Kasus Boyolali Kental Muatan Politis

AKURAT.CO Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid menilai kasus kekerasan aparat kepada relawan Ganjar-Mahfud, di Boyolali, lebih kental muatan politis dibanding hukum. Malahan, politisi Golkar menilai adanya upaya menarik-narik TNI pada ranah politik memanfaatkan insiden penganiayaan warga sipil.
Meutya mengatakan, kasus Boyolali harus dilihat dari sudut hukum yang sekarang ini sudah berjalan. TNI telah mengambil sikap dengan menetapkan enam tersangka dalam kasus yang sejatinya memalukan itu.
"Sangat disayangkan jika kemudian kasus di Boyolali lebih kental unsur politiknya ketimbang hukumnya. Seharusnya kita percayakan pada proses hukum yang ada," kata Meutya, di Jakarta, Selasa (2/1/2024).
Baca Juga: Ganjar Apresiasi TNI Tetapkan Enam Tersangka Penganiaya Relawan di Boyolali
Dirinya meyakini TNI merupakan lembaga yang netral dengan tingkat kepercayaan tinggi dari masyarakat. "Tidak perlu menarik-narik TNI ke dalam persaingan politik. Jangan semua-semua ditarik ke dalam isu netralitas TNI," tuturnya.
Meutya mendorong agar pelaku kekerasan ditindak tegas dalam insiden Boyolali. Namun dia juga meminta massa yang melakukan pelanggaran atau provokasi juga ditindak mengikuti ketentuan hukum yang berlaku.
"Jika ada oknum yang melanggar, silakan diproses dengan tegas, baik dari pihak TNI maupun dari pihak pengendara jika terbukti melanggar peraturan. Ini harus ditindak dengan hukum yang berlaku, sehingga terang benderang. Jadi tidak perlu ditarik ke ranah politik yang rentan kepentingan," bebernya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








