Akurat
Pemprov Sumsel

Meutya Hafid Sebut Kasus Boyolali Kental Muatan Politis

Roni Anggara | 2 Januari 2024, 19:51 WIB
Meutya Hafid Sebut Kasus Boyolali Kental Muatan Politis


AKURAT.CO Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid menilai kasus kekerasan aparat kepada relawan Ganjar-Mahfud, di Boyolali, lebih kental muatan politis dibanding hukum. Malahan, politisi Golkar menilai adanya upaya menarik-narik TNI pada ranah politik memanfaatkan insiden penganiayaan warga sipil.

Meutya mengatakan, kasus Boyolali harus dilihat dari sudut hukum yang sekarang ini sudah berjalan. TNI telah mengambil sikap dengan menetapkan enam tersangka dalam kasus yang sejatinya memalukan itu.

"Sangat disayangkan jika kemudian kasus di Boyolali lebih kental unsur politiknya ketimbang hukumnya. Seharusnya kita percayakan pada proses hukum yang ada," kata Meutya, di Jakarta, Selasa (2/1/2024).

Baca Juga: Ganjar Apresiasi TNI Tetapkan Enam Tersangka Penganiaya Relawan di Boyolali

Dirinya meyakini TNI merupakan lembaga yang netral dengan tingkat kepercayaan tinggi dari masyarakat. "Tidak perlu menarik-narik TNI ke dalam persaingan politik. Jangan semua-semua ditarik ke dalam isu netralitas TNI," tuturnya.

Meutya mendorong agar pelaku kekerasan ditindak tegas dalam insiden Boyolali. Namun dia juga meminta massa yang melakukan pelanggaran atau provokasi juga ditindak mengikuti ketentuan hukum yang berlaku.

"Jika ada oknum yang melanggar, silakan diproses dengan tegas, baik dari pihak TNI maupun dari pihak pengendara jika terbukti melanggar peraturan. Ini harus ditindak dengan hukum yang berlaku, sehingga terang benderang. Jadi tidak perlu ditarik ke ranah politik yang rentan kepentingan," bebernya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.