AKURAT.CO Menko Polhukam Mahfud MD mengaku memonitor penanganan kasus dugaan adanya aliran uang haram untuk parpol, pada Pemilu 2024. Mahfud meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus dari temuan PPATK ini.
Menurutnya, mengalirnya uang haram hasil kejahatan di Indonesia sudah biasa terjadi. Namun kali ini terasa istimewa lantaran transaksi ilegal mengalir ke parpol terkait kepentingan politik.
"Itu biasa aja, banyak yang begitu, tetapi ini isunya politik harus diusut tuntas," kata Mahfud, di Jakarta, Rabu (3/1/2024).
Baca Juga: Ditungggu, Kolaborasi PPATK-KPU-Bawaslu Setop Aliran Uang Haram Pemilu
Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana menyebutkan, hasil pemantauan semester kedua 2023, terdapat temuan aliran dana ilegal yang mengalir ke parpol. Malahan terjadi kenaikan signifikan transaksi ilegal lebih dari 100 persen pada masa kampanye.
Mahfud meminta kasus tersebut tidak didiamkan, tetapi diusut tuntas. "Ya, itu supaya diusut tuntas," kata dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









