Profil Abu Bakar Ba’asyir, Pendiri Pondok Pesantren Al Mu'min yang Dukung Anies-Muhaimin di Pilpres 2024

AKURAT.CO Belakangan ini, Abu Bakar Ba’asyir sedang hangat diperbincangkan warganet karena dukungannya kepada pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024.
Sebelumnya, Abu Bakar Ba’asyir dikenal sebagai sosok yang tidak demokrasi namun kini dia berpendapat bahwa orang dapat mengikuti pemilihan umum (pemilu) dengan tujuan membela Islam.
Abu Bakar Ba'asyir menilai pasangan Anies-Muhaimin merupakan sosok yang layak untuk didukung pada Pilpres 2024 untuk jadi pemimpin Indonesia.
Baca Juga: Profil Amien Rais, Disebut Sebagai Penggerak Perubahan di Dunia Politik Indonesia
Mengutip berbagai sumber, Kamis (18/1/2024), berikut ini profil Abu Bakar Ba’asyir yang belakangan ini muncul di media karena dukungannya tersebut.
Profil Abu Bakar Ba'asyir
Abu Bakar Ba'asyir atau lebih akrab disapa Ustaz Abu Bakar Ba’asyir lahir pada 17 Agustus 1938 di Jombang, Jawa Timur. Kini dia sudah berusia 85 tahun.
Abu Bakar Ba’asyir adalah tokoh muwahidin Indonesia beraliran jihad salafi yang dianggap berhubungan dengan sejumlah peristiwa dan tindakan terorisme di Indonesia.
Selain itu, Abu Bakar Ba’asyir juga dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Islam Al Mu'min di Solo, Jawa Tengah, dan menjadi pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia (MMI).
Dahulu, nama Abu Bakar Ba’asyir sempat dituduh sebagai pemimpin spiritual Jemaah Islamiyah (JI), sebuah kelompok separatis militan Islam yang dekat dengan Al-Qaeda.
Namun, saat itu Abu Bakar Ba'asyir sudah membantah bahwa dirinya tidak berafiliasi dengan JI atau terorisme.
Baca Juga: Dinyatakan Bebas, Abu Bakar Baasyir Tinggalkan Lapas Gunung Sindur Usai Salat Subuh
Selain tuduhan tersebut, rekam jejak Ba'asyir ternyata pernah ditangkap bersama Abdullah Sunggkar karena menentang asas Pancasila dan melarang santrinya untuk hormat pada bendera Merah Putih saat upacara.
Abu Bakar Ba'asyir berpendapat bahwa hormat kepada bendera sama dengan perbuatan syirik dalam agamanya.
Kemudian di awal tahun 2019, pemerintahan Jokowi menawarkan kepada Ba'asyir untuk bebas dengan syarat bahwa dia bersedia akan menandatangani perjanjian setia Pancasila.
Ternyata menurut laporan pengacara Jokowi, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan Ba'asyir menolak syarat itu dan dia baru mengakui Pancasila sebagai dasar negara Indonesia pada 2022.
Rekam jejak Abu Bakar Ba’asyir memang dikenal kontroversial karena pemahamannya yang tidak setuju dengan beberapa aturan negara.
Ba'asyir sejak dulu sudah dianggap memiliki paham radikal, yang diduga menjadi dalang serangan bom di Bali pada tahun 2002.
Baca Juga: Profil Kaneishia Latifha, Putri Dedi Yusuf yang Ditinggal Kekasihnya Meninggal Dunia
Namun, dia kembali membantah terlibat dalam serangan bom yang membunuh lebih dari 200 orang.
Di tahun 2011, Ba'asyir juga pernah dihukum 15 tahun penjara karena terbukti mendukung kelompok terorisme di Aceh. Kemudian dia bebas dari Lapas Gunung Sindur Jawa Barat pada tahun 2021.
Itulah rekam jejak Abu Bakar Ba’asyir yang masih menjadi pembahasan warganet hingga saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







