Akurat
Pemprov Sumsel

Rekam Jejak Tom Lembong, Sosok Timnas Amin yang Disebut Gibran dalam Debat Cawapres

Rahmat Ghafur | 22 Januari 2024, 23:30 WIB
Rekam Jejak Tom Lembong, Sosok Timnas Amin yang Disebut Gibran dalam Debat Cawapres

AKURAT.CO Nama Tom Lembong sedang menjadi perbincangan netizen di medsos usai disebut oleh cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, dalam debat keempat Pilpres 2024 pada Minggu (21/1/2024).

Dalam debat keempat itu, Gibran menyinggung Cak Imin tentang lithium ferro phosphate (LFP) yang sering dibahas oleh Co-Captain Timnas Amin, Tom Lembong.

"Saya jelaskan juga enggak apa-apa. LFP, lithium ferro phosphate, tadi sudah saya bilang, itu sering digaungkan Pak Tom Lembong," ujar Gibran.

Kemudian, Gibran kembali menyebutkan nama Tom Lembang usai dirinya memberikan tanggapan kepada Cak Imin.

Baca Juga: Tom Lembong Sendiri Sudah Melanggar Etika

Bahkan, cawapres nomor 2 itu menegaskan bahwa dirinya telah menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Cak Imin.

“Tadi kan sudah saya jawab. Mungkin Gus Muhaimin tidak paham dengan pertanyaan yang diberikan ke saya. Mungkin dapat contekan dari Pak Tom Lembong, ya,” kata Gibran.

Nama Tom Lembong telah disebutkan oleh Gibran sebanyak dua kali. Tak hanya itu, Gibran sebelumnya juga pernah menyinggung sosok yang dekat dengan Jokowi dalam debatnya.

Ia juga dikenal sebagai tim di balik layar yang menuliskan pidato Jokowi yang ikonik. Lalu, bagaimana rekam jejak Tom Lembong? Simak informasinya.

Rekam Jejak Tom Lembong

Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong merupakan eks Menteri Perdagangan pemerintahan Jokowi yang lahir pada 4 Maret 1971. Ia adalah seorang investor dan wirausahawan terkenal yang berasal dari Indonesia.

Tom Lembong sendiri menempuh pendidikan di SMP dan SD Regina Pacis Jakarta. Pada 1994, dirinya berhasil meraih gelar sarjana dalam bidang Arsitektur Perkotaan dari Universitas Harvard.

Setelah lulus, ia memulai kariernya dengan bekerja di Divisi Ekuitas Morgan Stanley (Singapore) Pte. Ltd pada 1995 dan dilanjutkan menjadi banker investasi di Deutsche Securities Indonesia dari 1999 hingga 2000.

Pada 2000-2002, Tom diangkat menjadi kepala divisi dan wakil presiden senior di BPPN. Kala itu, BPPN mempunyai misi untuk melaksanakan rekapitalisasi dan restrukturisasi sektor perbankan Indonesia usai mengalami krisis keuangan Asia tahun 1998.

Kemudian, Tom bergabung dengan Farindo Investments dari 2002-2005. Pada 2006, ia berhasil mendirikan Quvat Management Pte. Ltd, sebuah dana ekuitas swasta kemudian diangkat sebagai Chief Executive Officer dan Managing Partner.

Tak sampai disitu, Tom juga pernah menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Graha Layar Prima Tbk (BlitzMegaplex) pada 2012-2014.

Baca Juga: Mengenal Sosok Tom Lembong, Mantan Mendag yang Namanya Kerap Disebut Gibran Saat Debat Pilpres

Tom Lembong Penulis Pidato Jokowi

Tom Lembong sendiri pernah menjadi orang kepercayaan dari Presiden Joko Widodo. Kala itu, ia selalu mendampingi Jokowi dalam mencoba peruntungan sebagai Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta.

Bahkan, dirinya sangat berperan penting dalam kemenangan Jokowi pada periode tersebut. Sejak Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga menjadi Presiden RI, Tom bertugas sebagai penasihat ekonomi dan penulis pidato.

Ia pun menjadi figur penting di balik layar yang merancang sejumlah pidato paling ikonik untuk Presiden Jokowi. Salah satunya pidato "Game of Thrones" ketika pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali pada 2018, serta pidato "Thanos" di Forum Ekonomi Dunia.

Pada 2015-2016, Presiden Jokowi menunjuknya sebagai Menteri Perdagangan Indonesia. Setelah itu, ia dipercayakan sebagai Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yang kini dikenal sebagai Kementerian Investasi, dalam periode 2016-2019.

Namun, Tom tidak terlihat lagi di dalam jajaran pejabat pemerintahan di bawah kepemimpinan Joko Widodo saat tidak menjabat sebagai Menteri Investasi.

Pada 2017, Tom dianugerahi Asia Society Australia-Victoria Distinguished Fellowship. Kemudian, pada 2020, ia meraih penghargaan Order of Diplomatic Service Merit, First Class Second Grade, atau Gwanghwa Medal dari Korea Selatan.

Di tahun selanjutnya, nama Tom kembali muncul ketika Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, merombak jajaran komisaris dan direksi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA).

Tom Lembong diangkat sebagai Komisaris Utama oleh Anies, yang dianggapnya memiliki kompetensi untuk memberikan jaringan yang luas untuk investasi pengembangan usaha Ancol.

Setelah masa jabatan Anies berakhir pada 2022, beberapa rekan kerja Anies mulai dipecat dari jabatannya, termasuk Thomas Lembong yang diberhentikan dari posisinya sebagai Komisaris Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk pada 1 Februari 2023.

Gabung Timnas Amin

Beberapa waktu lalu, Tom Lembong akhirnya resmi menjadi Co-captain dalam tim pemenangan nasional AMIN. Ia pun termasuk salah satu dari 12 orang yang dipilih sebagai Co-captain pada Selasa (14/1/2024).

“Ini babak baru dari perjuangan untuk menghadirkan perubahan di Indonesia,” kata calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan dalam jumpa pers di Jakarta.

Di sisi lain, Tom saat ini mulai aktif memberikan kritik terhadap pemerintahan Presiden Jokowi, yang sebelumnya mendapatkan dukungannya. Salah satu kritiknya terkait dengan isu krusial mengenai hilirisasi.

Menurutnya, ada sejumlah permasalahan dalam program hilirisasi Jokowi. Pertama, Tom mengkritik bahwa hilirisasi industri yang sedang dilaksanakan saat ini tidak memiliki orientasi pasar.

Kedua, program yang diinisiasi Jokowi dianggap terlalu fokus dan terobsesi pada nikel, baterai, dan kendaraan listrik. 

Baca Juga: Fakta Menarik Tom Lembong, Sosok yang Disebut Gibran Saat Debat Cawapres Bikin Penasaran

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D