Akurat
Pemprov Sumsel

Sering Didatangi Kubu Lain, Jateng Diyakini Masih Kuat Dukung Ganjar-Mahfud

Paskalis Rubedanto | 29 Januari 2024, 19:22 WIB
Sering Didatangi Kubu Lain, Jateng Diyakini Masih Kuat Dukung Ganjar-Mahfud

 

AKURAT.CO Dewan Pembina Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Yenny Wahid mengatakan, Jawa Tengah masih jadi kandang banteng walaupun sering didatangi kubu lain untuk berkampanye.

"Sebetulnya kalau kandang banteng itu masih kuat, masih cukup solid, kalau kita lihat dan hampir mayoritas konstituen, basis konstituen banteng itu masih di belakang Pak Ganjar-Prof Mahfud," kata Yenny usai menghadiri jumpa pers peluncuran lagu 'Salam M3tal' oleh band Slank, di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Senin (29/1/2024).

Baca Juga: Yenny Wahid: Jokowi Tak Boleh Pakai Tameng Kunjungan Dinas untuk Kampanye

Justru menurutnya, tantangan terbesarnya adalah mendapatkan suara dari pemilih yang belum menentukan pilihannya,

"Jadi tantangan terbesar kita sebetulnya adalah mendapatkan suara-suara lain: massa mengambang, massa perempuan, massa islam," imbuh Yenny.

"Itu sekarang sedang kita ketuk hatinya, lalu kita rebut simpatinya mengingatkan mereka untuk memilih berdasarkan hati nurani,” katanya.

Tak hanya Jateng, basis terkuat Ganjar-Mahfud juga ada di Suku Batak, dan lainnya.

"Saya lupa-lupa ingat ya, semuanya, tapi ada di beberapa kalangan masyarakat, kayak misalnya di Suku Batak itu kuat, nah ini contoh-contohnya, detilnya saya lupa," beber Yenny.

Baca Juga: Yenny Wahid: Power Slank Dongkrak Elektabilitas Ganjar-Mahfud

Selain berdasarkan wilayah, jika berdasarkan profesi, Ganjar-Mahfud memang kuat di akar rumput, seperti pekerja kasar, nelayan, tukang, dan lain sebagainya.

"Berdasarkan profesi memang di kalangan masyarakat akar rumput, di kalangan wong cilik ini kuat sekali. Orang-orang pekerja kasar, tukang batu, tukang las, nelayan, petani, itu kuat sekali. Mereka mungkin merasa direpresentasikan oleh Ganjar-Mahfud," pungkas Yenny.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.