Jokowi Dibanjiri Petisi: Anies Anggap Sinyal Serius, Gibran Siap Tampung, Ganjar Minta Lawan

AKURAT.CO Munculnya petisi yang disuarakan sejumlah kampus terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi belakangan ini turut disikapi capres nomor urut 1 Anies Baswedan, cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming, dan capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo. Ketiganya memberi reaksi saling bergantian seiring bertambahnya petisi.
Sewaktu berkampanye di Deli Serdang, Sumut, Kamis (1/2/2024), Anies menyebut munculnya petisi dari civitas akademika menandakan negara dalam situasi serius, yang harus menjadi perhatian bersama. Sementara Gibran mengaku siap menampung aspirasi yang muncul dari UGM, UII, UI dan Unand.
"Kalau saya masukan-masukan semua pihak kami terima, jadi terima kasih," kata Gibran, di Tangsel, Banten, Sabtu (3/2/2024).
Baca Juga: Petisi Bermunculan, Moralitas Jokowi di Simpang Jalan
Gibran sama sekali tidak menyinggung substansi dari banjir petisi yang dialamatkan kepada ayahanda, Presiden Jokowi. Sikapnya serupa dengan Jokowi yang menganggap suara-suara dari kampus sebatas aspirasi dalam alam demokrasi.
Petisi yang muncul mengeritisi etika dan moralitas Presiden Jokowi pada tahapan kampanye Pilpres 2024 ini. Kampus meminta Jokowi menunjukkan etika pemerintahan yang baik dalam pemilu.
Baca Juga: Tanggapi Petisi Akademisi, Jokowi: Itu Hak Demokrasi
Sementara capres Ganjar Pranowo menyebut, suara yang disampaikan kampus patut didengar karena bagian dari upaya menyelamatkan demokrasi. Petisi yang datang dari kampus juga sebelumnya sudah disuarakan banyak tokoh.
Dia meminta pemilu harus dirawat dan dipupuk tanpa intimidasi. Hak pilih warga dihormati tanpa harus diintervensi. Kalau ada intimidasi dan intervensi, Ganjar meminta masyarakat untuk tidak takut melawan.
"Maka saya sampaikan lawan saja," kata Ganjar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









