Deklarasi Fanta Disabilitas, Wujudkan Asta Cita Prabowo-Gibran dalam Hal Kesetaraan dan Inklusivitas

AKURAT.CO Debat Capres ketiga, sekaligus merupakan debat terakhir dalam perhelatan Pilpres, yang bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Minggu (4/4/2024) mengangkat tema kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teeknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia (SDM), serta inklusi.
Seperti sebelumnya, TKN Pemilih Muda Prabowo-Gibran (TKN) kembali menggelar nonton bareng (nobar) debat.
Bukan sekedar nobar, kali ini TKN Fanta sekaligus mendeklarasikan Fanta Disabilitas sebagai salah satu cluster di bawahnya. Hadir dalam kegiatan ini, Komandan TKN Fanta Arief Rosyid Hasan beserta Wakil Komandan TKN Fanta Osco Olfriady Letunggamu, Koordinator Fanta Disabilitas Romadhonal Qodarul Akbar, Koordinator Fanta Easy Brenda Bolang dan Koordinator Fanta Health dr. Ardiansyah Bahar.
Nobar yang bertempat di Fanta Headquarters (Fanta HQ) Jalan Surabaya No. 45, Menteng, Jakarta Pusat ini, mengumpulkan 150 kaum diasbilitas, beserta simpul-simpul relawan dan pendukung Prabowo-Gibran.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Final di Stadion MetLife, Sepakbola AS Bergeser dari Los Angeles ke New Jersey
“Kalau nobar debat yang lalu kami bertolak ke pesisir Jakarta untuk menyerap aspirasi anak muda setempat, nelayan, komunitas pedagang ikan dan lain-lain, nobar debat TKN Fanta kali ini tidak kalah istimewa. Hari ini, kami sangat senang menerima kawan-kawan disabilitas di Fanta HQ, rumah bagi semua,” ujar Komandan TKN Fanta, Arief Rosyid Hasan.
Diterjemahkan oleh Juru Bahasa Isyarat (JBI), Arief juga menanggapi salah satu poin pembukaan yang disampaikan Prabowo Subianto pada debat malam ini.
“Seperti yang disebutkan oleh Pak Prabowo di awal debat tadi, kita perlu strategi transformasi bangsa. Komitmen dan keberpihakan tehadap inklusivitas jangan hanya jadi kebijakan orang per orang atau institusi saja, tetapi harus jadi komitmen bangsa ini. Saya rasa itu yang pertama sebagai dasar yang harus kita sepakati bersama,” kata Arief dalam sambutannya.
“Kita lihat, SDGs (Sustainable Development Goals/Tujuan Pembangunan Keberlanjutan) memiliki prinsip ‘No one left behind’, tidak ada satu pun yang tertinggal. Inilah yang menjadi prinsip dalam mendorong kesejahteraan rakyat. Semangat inklusivitas. Momentum deklarasai Fanta Disabiltias ini, kami secara konkret membumikan komitmen Pak Prabowo dan Mas Gibran terhadap semua pihak yang masih sering terpinggirkan, termasuk kawan disabilitas,” lanjut Wakil Direktur TKN Milenial Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019 ini.
Baca Juga: Mantan Pemain Barcelona Dani Alves Diadili di Spanyol atas Dugaan Pelecehan Seksual
“Pada masa (pemerintahan) Pak Jokowi, kebijakan afirmatif untuk inklusivitas sudah menjadi perhatian. Sebagai contoh saja, di bawah kepemimpinan Bapak Menteri Erick Thohir bersama Menaker, sudah menjalankan kebijakan untuk mempekerjakan penyandang disabilitas,” lanjutnya.
Pada deklarasi ini, Koordinator Fanta Disabilitas Romadhonal Qodarul Akbar yang akrab disapa Roma, menyampaikan, “Yang diinginkan kawan disabilitas adalah kesetaraan. Bukan hanya pada tahap kebijakan, tetapi konkret seperti apa implementasinya.”
“Selama ini berinteraksi dengan teman-teman tunarungu, saya bisa merasakan bahwa mereka juga tidak berbeda dengan kita. Yang membedakan atau menjadi batas hanyalah kata. Insya Allah, di bawah kepemimpinan Pak Prabowo dan Mas Gibran, kita titipkan amanah ini, agar perhatian untuk kawan disabilitas benar-benar jadi prioritas,” lanjut Roma.
Terkait penampilan Prabowo pada debat ketiga capres, Komandan TKN Fanta Arief Rosyid Hasan menilai bahwa Prabowo adalah seorang negarawan sejati.
Baca Juga: Gibran: Survei Bagus Tidak Ada Artinya Kalau Banyak yang Golput
“Kita lihat Pak Prabowo dengan jiwa ksatria menyampaikan permintaan maaf kepada paslon lain pada penghujung debat, sekiranya selama masa kampanye ada hal-hal yang kurang berkenan. Itu menunjukkan kerendahan hati dan kelapangan dada seorang Prabowo Subianto. Padahal kalau kita tengok ke belakang, siapa yang paling sering bully, merendahkan, mencela? Pak Prabowo benar-benar memberikan teladan kepada kita soal ini,” ucap Arief.
Terakhir, Arief menyampaikan bahwa sebagai cluster teranyar dari TKN Fanta, Fanta Disabilitas akan turut mengawal agenda Prabowo-Gibran, bahkan selepas kampanye.
“Seperti kami sampaikan dalam beberapa kesempatan. Fanta ini akan jadi sebuah ekosistem yang mengawal agenda pembangunan Pak Prabowo dan Mas Gibran hingga lima tahun ke depan, termasuk membangun Indonesia bersama kawan disabilitas. Jadi yang lain masih berkutat memenangkan 14 Februari, kita forward thinking, 10 langkah di depan. Perhatian kepada kawan disabilitas bukan sebagai narasi saja, tetapi hari ini kitw wujudkan konkret, dan insya Allah selanjutnya,” tutup Arief.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










