Akurat
Pemprov Sumsel

Ganjar Sentil Jokowi, Singgung Peribahasa 'Besok Dhele, Sore Tempe'

Paskalis Rubedanto | 8 Februari 2024, 21:25 WIB
Ganjar Sentil Jokowi, Singgung Peribahasa 'Besok Dhele, Sore Tempe'

AKURAT.CO Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo menjawab pertanyaan wartawan soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan tidak akan berkampanye jelang pencoblosan suara pada 14 Februari 2024, mendatang.

Menurut Ganjar, berdasarkan fakta, data dan jejak digital, justru itu menunjukan hal yang berbeda dengan apa yang disampaikan Presiden Jokowi.

Baca Juga: TKN Tanggapi Ahok: Soal Kinerja Jokowi, Data Tidak Bisa Bohong

Hal itu disampaikan Ganjar seusai menghadiri Kampanye Akbar bertajuk Hajatan Rakyat di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron Genteng, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (8/2/2024).

"Ada data, ada fakta, ada jejak digital yang berkali-kali keluar dan berkali-kali direvisi. Maka, saya katakan kalaulah kemudian statemen-statemen yang pernah muncul itu keliru, sampaikan dengan cara yang gentle, siapa pun itu, kalau itu adalah koreksinya," kata Ganjar kepada wartawan.

Ganjar pun bicara soal peribahasa orang Jawa terkait pesan untuk jangan plin-plan dalam kata maupun perbuatan. Dirinya juga menyinggung soal sikap plin-plan atau tak punya pendirian ketika menyampaikan sesuatu. Termasuk, dalam perkataan dan perbuatan yang tak sejalan.

"Besok dhele, sore tempe, enggak bisa. Maka begitu kita berbeda-beda terus, maka akan sulit rakyat memercayai itu. Berlaku untuk siapa pun," tegas Ganjar.

Dia mengaku optimistis dengan realitas di lapangan, bahwa dirinya bisa unggul di Jawa Timur. Meski disadarinya, terjadi saling kejar-kejaran suara dengan paslon lainnya. Termasuk, di beberapa wilayah.

"Kalau dari yang kami lakukan kita menang disini (Jawa Timur). Kalau kemudian harus berkejar-kejaran, memang ada kekuatan yang mengejar kami. Dan kondisi itu bukan tidak bisa dirasakan, kami merasakan itu dimana-mana," pungkas Ganjar.

Sebelumnya, pada 24 Januari 2024, Jokowi menyatakan presiden boleh berkampanye. Namun, pada 7 Februari 2024, Jokowi menepis kabar dirinya akan ikut berkampanye pada pemilu 2024. 

Baca Juga: Jokowi Tak Niat Kampanye, TNI-Polri dan BIN Harus Netral

Dia mengatakan, dirinya hanya menjelaskan bahwa presiden boleh berkampanye sesuai ketentuan undang-undang.

Kendati demikian, Jokowi menegaskan, dirinya tidak akan mengambil kesempatan tersebut untuk berkampanye.

 
 
 
 
 
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.