Bawaslu Telusuri Penyebab Pengrusakan Kotak dan Surat Suara di Paniai, Informasi Awal Karena Salah Paham

AKURAT.CO Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menginstruksikan jajaran di Papua Tengah menelusuri penyebab pengrusakan kotak dan surat suara di Paniai, Papua Tengah.
"Sedang dalam penelusuran kami sudah memerintahkan Bawaslu Provinsi untuk turun langsung," kata anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty di kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Selasa (13/2/2024).
Baca Juga: Ada Dugaan Kecurangan Terselubung di Balik Pengrusakan Kotak dan Surat Suara di Paniai
Lolly mengatakan, informasi awal yang didapat jajaran pengrusakan kotak dan surat suara di Paniai bermula informasi tidak benar atau hoaks. Imbas informasi itu terjadilah pembakaran kotak dan surat suara di tiga distrik.
"Informasi sementara dalam tanda petik menyesatkan sehingga kemudian terjadi kesalah pahaman akhirnya terjadi proses pembakaran. Ini baru informasi awal yang masuk ke Bawaslu, karena itulah kita melakukan penelusuran," ujarnya.
Kejadian di Paniai masuk dalam kategori pemilu susulan apabila situasi masuk tidak memungkinkan. Oleh sebab itu, pihaknya masih melakukan penelusuran dengan mengumpulkan data-data di lapangan.
"Potensi pemilu susulan nanti kita lihat. Nanti makanya pendataan sedang dilakukan seberapa banyak. Nah pendataan itulah yang nanti menentukan keputusan itu apa," pungkasnya.
Sebelumnya, Kasus pengrusakan kotak dan surat suara di sejumlah distrik di Paniai, Papua Tengah memunculkan kembali dugaan kecurangan Pemilu yang dilakukan oknum secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Sebab, salah seorang anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) punya hubungan darah dengan penguasa di Paniai.
Baca Juga: Pemula Jangan Keliru! Ketahui 5 Jenis Warna Surat Suara Pemilu Beserta Fungsinya
Tak hanya itu, dalam perjalanan mengemban amanah sebagai penyelenggara pemilu, beberapa anggota KPU memiliki riwayat kelam karena pernah melakukan pelanggaran etik dan secara sah terbukti di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Ketua Yayasan Pengembangan Ekonomi Masyarakat Papua (Yapkema), Hanok Herison Pigai menjelaskan, seorang Anggota KPU Paniai bernama Pelina Tekege memiliki hubungan keluarga dengan mantan dan juga pejabat (Pj) kepala daerah setempat.
"KPU-nya keluarga, ada hubungan darah dengan penguasa (di Paniai) saat ini. Sehingga, kita menduga kecurangan-kecurangan secara masif yang terjadi saat ini, mulai dari proses pendistribusian itu terjadi," kata Hanok dalam keterangannya, Selasa (13/2/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





