Pakar politik dari Badan Research dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli mengatakan, PDIP dapat dipastikan akan mengambil arah oposisi, mengingat seperti kekalahan mereka di tahun 2004 dan 2009 lalu.
“Jika melihat rekam jejak sebelumnya, saat kalah dalam pilpres melawan SBY selama dua kali, PDIP mengambil posisi sebagai oposisi,” kata Romli kepada Akurat.co, di Jakarta, Selasa (20/2/2024).
Baca Juga: PDIP Siap Jadi Oposisi, TKN: Kami Hormati, Tapi Prabowo Tetap Ingin Merangkul
Romli menambahkan, sikap tegas dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, juga menjadi alasan PDIP akan mengambil sikap oposisi.
“Begitu juga melihat sikap dan laku politik Ibu Megawati yang tegas, dan tidak abu-abu, serta tidak pragmatis, seharusnya PDIP menjadi oposisi, tidak bergabung dengan Gerindra,” beber Romli.
Baca Juga: Tanggapi Survei LPI di Sektor Buruh, Peneliti BRIN Sebut Program Ganjar-Mahfud Lebih Jelas
Ditambah lagi, dengan rasa kekecewaan PDIP kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang beralih dukungan kepada Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
“Ditambah lagi, pilpres 2024 ini menyisakan kekecewaan karena Jokowi sebagai kader PDIP yang semula mendukung Ganjar, berubah memenangkan Prabowo,” ucap Romli.
“Basis suara PDIP di Jateng dan Bali diobok-obok oleh Jokowi sehingga Ganjar kalah telak, meski basis suara PDIP tetap solid,” tandasnya.