TKN Prabowo-Gibran: Investasi Besar Akan Masuk Jika Pilpres Satu Putaran Tanpa Sengketa

AKURAT.CO Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Habiburokhman, mengatakan bahwa hasil pilpres satu putaran akan membawa banyak keuntungan bagi ekonomi Indonesia.
Menurutnya, banyak investasi yang akan masuk ke Indonesia jika Pilpres 2024 hanya berlangsung sekali putaran. Hal ini tentunya akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Baca Juga: Prabowo Dapat Ucapan Selamat dari Erdogan Atas Keunggulan di Pilpres 2024
"Kemarin saya denger dari temen yang pengamat pasar ya, pengamat ekonomi bahwa begitu tanggal 14 confirm satu putaran, sudah ada sekitar investment masuk sekitar 300 triliun," kata Habiburokhman, di Jakarta, Jumat (23/2/2024).
"Saya enggak tahu ada 300 atau berapa, pokoknya ada sejumlah besar investment masuk begitu, confirm hasil quick count mengatakan satu putaran," sambungnya.
Apalagi, jika hasil yang akan ditetapkan Komisi Pemilihan Umum nanti tidak dipersoalkan oleh kubu-kubu yang kalah. Hal ini tentunya akan membuat situasi semakin baik karena adanya kepastian hukum.
"Tentu akan lebih banyak lagi ketika masyarakat internasional, pasar melihat enggak ada sengketa baik politik maupun hukum. Jadi dunia ekonomi yang menjadi back bound dari kehidupan kita berbangsa dan bernegara bisa segera hidup bisa segera pulih kembali," ujarnya.
Baca Juga: Bocoran TKN: Ada Pimpinan Parpol Kubu Sebelah yang Ingin Masuk Pemerintahan Meski Kalah Pilpres
Kendati begitu, dia tak memungkiri bahwa saat ini muncul riak-riak wacana dari kubu yang kalah untuk melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, upaya itu hanya membuang-buang waktu dan tenaga.
"Ya tergantung perspektif, bagi kita, mungkin ya ini wasting time juga wasting energy," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








