Hinaan untuk Prabowo-Gibran Adalah Berkah yang Mengantarkan kepada Kemenangan
Atikah Umiyani | 26 Februari 2024, 21:09 WIB

AKURAT.CO Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Mochamad Iriawan mengucapkan terima kasih kepada dua paslon yang menjadi kompetitor Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.
Menurutnya, kemenangan Prabowo-Gibran tidak terlepas dari peran dua kompetitornya yang selalu menghina dan mengejek. Hal tersebut, diyakini menjadi alasan dibalik menguatnya simpati publik kepada Prabowo-Gibran.
Hal itu disampaikan Iriawan atau Iwan Bule saat berpidato dalam acara Syukuran Kemenangan Prabowo-Gibran bersama Aliansi Advokat Indonesia di Hotel Horison, Bandung, Jawa Barat, Senin (26/2/2024).
"Memang itu pembelajaran bapak ibu, bagi publik, bahwa orang yang seenaknya, orang yang sombong, akan jatuh. Saya terima kasih justru kepada kompetitor itu yang selalu menghina pak Prabowo," kata Iwan Bule.
Bahkan, Iwan mengungkit kembali saat debat capres yang digelar KPU pada masa kampanye pilpres, dimana Prabowo selalu diolok-olok bahkan terkesan menjadi musuh bersama bagi dua kompetitornya.
"Apalagi dalam debat, bagaimana beliau (Prabowo) dipojokkan, itu publik semua menjadi simpati kepada pak Prabowo," ucapnya.
Saat ini, Iwan mengaku tak menyangka jika Prabowo-Gibran mampu memperoleh suara 58 persen secara nasional. Padahal, angka yang ditargetkan hanyalah 52 persen.
"Kita pikir beliau akan menang 52 persen, ternyata 58 persen. Memang alam berpihak kepada bapak Prabowo Subianto," ujarnya.
Menurutnya, itu sudah menjadi tanda bahwa Prabowo-Gibran sudah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin berikutnya.
"Memang, sudah waktunya beliau menjadi presiden, jadi alam memperlihatkan bagaiman atmosfer setiap kegiatan seperti di GBK," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









