Pleno Rekapitulasi Nasional Dilanjut, Saksi 01 dan 03 Cecar KPU dengan Pertanyaan Sirekap
Citra Puspitaningrum | 28 Februari 2024, 20:27 WIB

AKURAT.CO Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara peserta pemilu serentak 2024 yang sempat diskors kembali dilanjutkan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI membuka rapat pleno yang lantas diberondong pertanyaan oleh para peserta rapat pleno.
Peserta pertama yang mencecar pertanyaan adalah perwakilan saksi capres-cawapres nomor urut 3 dari PDI Perjuangan, Al Munardir menilai sistem informasi rekapitulasi (Sirekap) dinilai sebagai produk gagal dan meresahkan. Pernyataan itu dilontarkan bukan tanpa dasar mengingat, lanjut dia, karena didapati selisih angka perolehan suara yang tertera di Sirekap dengan formulir C hasil pleno.
"Kepastian hukum Sirekap, ini sudah membuat kegaduhan di hampir semua tingkatan pleno, ada pemahaman-pemahaman yang berbeda, ada yang mengatakan jadi dasar, ada yang tidak," kata Al Munadir di ruang sidang utama kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2024).
Menurutnya, KPU bertindak sembrono, karena tidak melibatkan perwakilan pasangan capres-cawapres atau parpol dalam mengatasi permasalahan selisih angka di Sirekap. "Ini hal yang krusial pak, ini persoalan angka, persoalan krusial, karena semua yang disinkronisasi adalah data-data yang berangkat dari TPS (Tempat Pemungutan Suara)," jelasnya.
Baca Juga: Sidang Pleno I Muktamar-48 Muhammadiyah Selesai, Haedar Nashir: Teduh dan Penuh Kekeluargaan
Selain perwakilan saksi dari capres-cawapres nomor urut 3, ada juga saksi dari capres-cawapres nomor urut 1. Saksi mengkritisi keterbukaan Sirekap atau transparansi penghitungan suara dalam Sirekap.
"Makanya kita dari paslon 1 sudah mengingatkan untuk ayo dong kita mengajak partai-partai lain kita audit nih apakah aplikasi itu layak," ucap saksi capres-cawapres nomor urut 1.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





