Gubernur DKI Jakarta Disarankan Ditunjuk Seperti Yogyakarta, Agar Lebih Hemat Anggaran

AKURAT.CO Pakar kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menilai lebih ideal jika Calon Gubernur DKI Jakarta dipilih melalui proses penunjukkan dari pusat, bukan melalui mekanisme pemilihan langsung atau pilkada.
Menurutnya, mekanisme penunjukkan itu sebagai cerminan bahwa Jakarta sebagai daerah yang menyandang kekhususan sebagaimana Yogyakarta.
"Menurut saya, sebenernya idealnya gubernur DKI Jakarta karena khusus, jadi seharusnya bukan melalui pemilihan tapi penunjukan," kata Trubus kepada Akurat.co, Sabtu (2/3/2024).
"Karena daerah Yogyakarta gubernurnya penunjukkan juga enggak masalah, kan kita daerah khusus ya, masa kita Jakarta kaya Jawa Barat pemilihan pemilihan juga, khususnya ada di mana?," sambungnya.
Menurutnya, proses penunjukkan tersebut tetap tidak akan menghilangkan esensi demokrasi. Sebab, ada pertarungan pendapat dan suara di legislatif yang nantinya berbuah usulan nama-nama untuk disetor ke pemerintah pusat.
"Tapi maksud saya bisa diajukan lewat DPRD, lalu demokrasinya di mana? Demokrasinya ya di DPRD itu. Kan DPRD terpilih melalui pemilu, sudah cukup menurut saya tidak perlu ada gubernur pemilihan langsung lagi," ujarnya.
Baca Juga: Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni Buka Bimtek Akuntansi dan Pelaporan SIPD RI
Sehingga, dana yang sebelumnya dianggarkan untuk pelaksanaan pilkada bisa dialihkan untuk pembangunan dan program-program lainnya di Jakarta.
"Jadi supaya dananya bisa digunakan untuk membangun Jakarta, tapi kalo pemilihan langsung kan anggarannya besar," ucapnya.
Sebagai informasi, wacana penunjukkan tersebut juga sebetulnya sudah dibahas dalam RUU Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Saat ini, RUU tersebut masih dalam pembahasan di DPR RI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






